Internasional

Kenapa Amerika Serikat Tarik Pasukannya yang Berada di Suriah?

Selain itu, Erdogan juga berencana membuat sebuah "safe zone" di sepanjang perbatasan Turki-Suriah. Dengan tujuan untuk memukul mundur Pasukan Demokrat Syiria (SDF) yang dipimpin oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Sari Intan Putri - 08/10/2019 17:46

Beritacenter.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selam berbulan-bulan mengancam akan mengirimkan pasukan ke Suriah. Erdogan juga mengumumkan akan memenuhi janjinya tersebut dengan mengirimkan pasukan udara dan darat ke negara tersebut.

Selain itu, Erdogan juga berencana membuat sebuah "safe zone" di sepanjang perbatasan Turki-Suriah. Dengan tujuan untuk memukul mundur Pasukan Demokrat Syiria (SDF) yang dipimpin oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Ankara menganggap milisi Kurdi adalah sebuah ancaman terhadap keamanan nasional Turki. Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) selama ini telah menjadi sekutu utama dari pasukan Amerika Serikat di wilayah itu.

Bersama-sama, mereka berhasil menagalahkan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Amerika Serikat awalnya mencoba mencari solusi dari masalah perbatasan Turki, pada saat yang bersamaan mempertimbangkan kepentingan dari milisi Kurdi.

Namun usaha tersebut sia-sia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan pada Minggu malam dengan menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat yang telah bekerja dengan YPG akan segera ditarik mundur.

Tak berselang lama, SDF mengkonfirmasi bahwa pasukan Amerika Serikat telah meninggalkan wilayah tersebut. Pihak Gedung Putih mengatakan tidak akan membela SDF ketika Turki menyerang Suriah bagian utara.

TAG TERKAIT :
ISIS Suriah Amerika Serikat Dunia Internasional

Berita Lainnya