Internasional

Kehabisan Anggaran, PBB Terancam Bubar

Indah Pratiwi - 09/10/2019 09:49

Beritacenter.COM -Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) alami defisit USD230 juta (Rp3,3 triliun). Lembaga itu diperkirakan kehabisan dana pada akhir Oktober 2019 ini.

“Negara-negara anggota telah membayar hanya 70% dari total jumlah yang diperlukan untuk anggaran operasi rutin kami pada 2019. Ini artinya kekurangan uang tunai USD230 juta pada akhir September. Kita mengalami risiko penurunan cadangan likuiditas pendukung kita hingga akhir bulan,” tulis Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Rabu(7/10/2019).

Dia melanjutkan, pihaknya akan memangkas biaya, di sejumlah konferensi dan pertemuan, serta mengurangi layanan, sambil membatasi perjalanan resmi hanya untuk aktivitas penting dan mengambil semua langkah penghematan energi dan anggaran.

Gutteres berharap agar negara-negara menambah kontribusi pada PBB yang sedang mengalami masalah kekurangan dana tunai tersebut. Namun, negara-negara donor menolak permintaan penambahan dana tersebut.

“Tanggung jawab utama untuk kesehatan keuangan kita terletak pada negara-negara anggota,” ujar Guterres.

Dana untuk pasukan pejaga perdamaian, anggaran operasional PBB untuk 2018-2019 mendekati USD5,4 miliar. Dari jumlah tersebut Amerika Serikat (AS) berkontribusi 22%.

Dana yang masuk ke PBB merupakan sukarela negara-negara anggota. Sidang Umum PBB menyetujui anggaran rutin dan menentukan penilaian untuk setiap negara.

Kemungkinan apabila PBB bubar lantaran krisis keuangan sangat mungkin terjadi. Jika dilihat dari The League of Nations, lembaga multinegara lainnya sejenis sejenis PBB pernah bubar. The League of Nations didirikan tahun 1919 di Jenewa, Swiss dan bubar tahun 1946.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya