Internasional

Presiden Ekuador Memilih Meninggalkan Kota Saat Ribuan Demonstran Memadati Ruas Jalanan

Banyak protes dari para demonstran hingga menyebabkan sebagian besar jalan ditutup. Tak hanya itu, terjadi aksi penjarahan dan bentrokan yang dipicu aksi unjuk rasa menentang subsidi bahan bakar minyak.

Sari Intan Putri - 09/10/2019 13:52

Beritacenter.COM - Presiden Ekuador, Lenin Moreno lebih memilih untuk meninggalkan area ibu kota dan berkantor di Kota pelabuhan Guayaquil ketika ribuan demonstran anti-pemerintah memadati ruas jalanan kota.

Banyak protes dari para demonstran hingga menyebabkan sebagian besar jalan ditutup. Tak hanya itu, terjadi aksi penjarahan dan bentrokan yang dipicu aksi unjuk rasa menentang subsidi bahan bakar minyak.

Ribuan demonstran, termasuk mereka yang berasal dari sejumlah suku asli Ekuador, beramai-ramai bergerak menuju istana kepresidenan di Quito pada Selasa 8 Oktober 2019. Mereka terus bergerak di tengah gas air mata, dan sempat menerobos masuk ke gedung kongres.

Diketahui juga jika pengunjuk rasa berhasil menguasai dua instalasi minyak dan juga perusahaan Petroecuador. Mereka memperingatkan pemerintah bahwa sepertiga dari total produksi minyak di Ekuador dapat hilang begitu saja jika aksi protes berlanjut.

Di luar ibu kota, sejumlah pedemo merusak dan menjarah pertokoan. Aksi tersebut dilakukan mereka yang juga berlari menghindari kejaran aparat keamanan.

Senin malam kemarin, Moreno yang berbicara dari Guayaquil menegaskan akan tetap memangkas subsidi BBM. Moreno menuduh mantan presiden Ekuador Rafael Correa berusaha menggulingkan dirinya dengan dibantu Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Maduro dan Correa telah memulai rencana menggoyang stabilitas (Ekuador)," tutur Moreno

TAG TERKAIT :
Dunia Internasional Ekuador Presiden Ekuador Lenin Moreno

Berita Lainnya