Politik

Golkar soal Gibran Maju Pilwakot Solo: Selagi Rakyat Menghendaki, Ya Tak Apa-apa

Selagi rakyat menghendaki dan dilakukan dengan cara yang demokratis, ya tidak apa-apa. Banyak dinasti politik yang juga dinilai berhasil. Yang penting jangan melanggar hukum, menyalahgunakan kekuasaan dan tidak korupsi

Aisyah Isyana - 10/10/2019 06:46

Beritacenter.COM - Partai Golkar menyatakan dukungan mereka untuk putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming, maju ke Pilwakot Solo. Jika Gibran maju ke Pilwakot Solo, Golkar menyebut hal itu sebagai hak Gibran sebagai warga negara Indonesia.

"Partai Golkar sendiri akan mendukungnya dengan memperhatikan hasil survei dan mengikuti mekanisme internal Partai Golkar dalam pencalonan kepala daerah," kata Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Baca juga :

Ace mempertanyakan pihak-pihak yang mempersoalkan pencalonan Gibran. Terlebih, dia menyebut langkah Gibran untuk maju sama sejali tak bertentangan dengan undang-undang. Dia juga menyinggung soal dinasti politik yang dinilainya tak melanggar hukum.

"Mas Gibran itu punya hak untuk dicalonkan dan mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Selagi tidak ada UU yang melarangnya, Mas Gibran punya hak untuk maju menjadi Kepala Daerah. Mas Gibran kan mungkin punya keinginan dan cita2 politik untuk menjadi Walikota. Apa keinginan itu tidak boleh?" kata Ace.

Ace juga menyebut dinasti politik tak selalu buruk. Menuerutnya, banyak juga dinasti politik yang bersih dan berhasil. "Soal penilaian dinasti politik, tak perlu dipersoalkan selagi tidak tidak menggunakan cara-cara yang dilarang secara hukum," jelasnya.

"Selagi rakyat menghendaki dan dilakukan dengan cara yang demokratis, ya tidak apa-apa. Banyak dinasti politik yang juga dinilai berhasil. Yang penting jangan melanggar hukum, menyalahgunakan kekuasaan dan tidak korupsi," sambungnya.

Isu panas soal langkah putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming, menatap Pilwakot Solo, bergulir dan menjadi pembahasan publik. Founder lembaga survei Indo Barometer M Qodari sebelumnya menyebut pencalonan Gibran bakal riuh terbaca sebagai dinasti politik sang Presiden.

"Mau nggak mau orang akan membaca seperti itu karena dinasti politik terdefinisi di mana keluarga menjadi penerus atau menjadi suksesor untuk jabatan publik, terutama kepala daerah dan kepala pemerintahan," kata Qodari kepada wartawan, Rabu (9/10).

TAG TERKAIT :
Politik Presiden Jokowi Golkar Gibran Rakabuming Pilwakot Solo

Berita Lainnya