Internasional

Aturan Baru, Polisi Selandia Baru Membawa Senjata Api Saat Patroli di Jalan

Selandia Baru, seperti Inggris dan Norwegia, adalah salah satu dari sedikit negara dimana polisi tidak membawa senjata saat bertugas biasa. Namun, senjata tangan, senapan dan taser disimpan di kendaraan mereka dan dapat digunakan dengan izin atasan.

Sari Intan Putri - 18/10/2019 15:48

Beritacenter.COM - Di Selandia Baru, baru saja mengumumkan aturan baru yakni menurunkan polisi bersenjata untuk berpatroli di bagian-bagian daerah pada Jumat (18/10/2019). Langkah ini merupakan sebuah proyek percobaan menusul meningkatnya kekhawatiran keamanan setelah penembakan massal di Christchurch pada Maret silam.

Selandia Baru, seperti Inggris dan Norwegia, adalah salah satu dari sedikit negara dimana polisi tidak membawa senjata saat bertugas biasa. Namun, senjata tangan, senapan dan taser disimpan di kendaraan mereka dan dapat digunakan dengan izin atasan.

Kejahatan serius relatif tidak biasa terjadi di Selandia Baru. Namun, polisi garis depan dipersenjatai selama beberapa minggu setelah pembantaian oleh tersangka supremasi kulit putih di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret.

Serangan itu memicu perdebatan tentang apakah semua polisi harus membawa senjata api. "Menyusul peristiwa 15 Maret di Christchurch, lingkungan operasi kami telah berubah," kata Komisaris Polisi Mike Bush dalam sebuah pernyataan, Jumat.

"Polisi harus memastikan orang-orang kita dilengkapi dan diaktifkan untuk melakukan peran mereka dengan aman dan untuk memastikan masyarakat merasa aman. Ini berarti memiliki orang yang tepat dengan alat, keterampilan, dan pengetahuan yang tepat siap untuk merespons setiap saat," kata Mike Bush.

TAG TERKAIT :
POLISI Internasional Keamanan Selandia Baru Christchurch Polisi Selandia Baru

Berita Lainnya