Opini

Praduga Tak Berprasangka

Indah Pratiwi Budi - 29/10/2019 16:13

Jabatan Wamen mendadak jadi sensitif diulas. Sebuah posisi strategi dalam strata birokrasi di bawah Menteri yang belakangan ini disimpulkan negatif. Saya pribadi pada prinsipnya masih positif thinking.

Siapapun Menteri dan Wakil Menterinya menjadi hak prerogatif Jokowi dalam rangka "menstabilkan" gejolak orang2 disekelilingnya seusai "bekerja" memenangkan Jokowi periode ke 2. Bisa juga dikatakan kerja relawan menagih pamrih. Tidak ada yang istimewa saat jasa dukungan suksesi dibalas imbalan jabatan, tergantung kapasitas dan kemampuan mereka melaksanakan visi misi Presiden.

Jokowi terlihat tak ingin berkepanjangan memutus rantai polemik itu. Bukan dengan mengajaknya dialog adu argumen, tapi langsung ditantang bekerja.

Saat mereka menerima "tantangan kerja gila" Jokowi, dengan resiko reshuffle dan pencopotan jabatan, menjadi pembuktian kualitas mereka yang sesungguhnya. Tak terkecuali para Wamennya.

Jokowi punya "pemain cadangan" yang sengaja disimpan untuk antisipasi situasi pencopotan mendadak. Ada nama BTP, Jonan, Archandra, Susi, TGB, Yusril dll. Mereka tidak lantas "pensiun" dan diam menjadi penonton, namun ikut mengawasi dan suatu saat Jokowi membutuhkan, mereka siap.

Tukang mebel paham betul, "kursi" yang dia buat. Kursi malas untuk berleha-leha cocok ditempatkan jadi hiasan di "teras". Sedangkan kursi pekerja berada di dalam ruangan tak harus mewah.

Mari kita kasih kesempatan mereka membuktikan dengan kerja. Jika sewaktu waktu tak becus kerja, hajar tak ada ampun.

Netijen tak ada lawan!!

(Sumber: Facebook Dahono Prasetyo)

TAG TERKAIT :
Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Presiden Ku Kabinet Menteri Indonesia Maju Kabinet Indonesia Maju

Berita Lainnya

Mengejek Adzan

Opini 03/12/2020 14:04

Azan Petamburan

Opini 02/12/2020 14:00