News

Soal Minuman 'Ngocok Yuk', Satpol PP: Ranah Minang Punya Adat, Ngocok Konotasinya Negatif

Aisyah Isyana - 02/11/2019 01:34

Beritacenter.COM - Prihal pengamanan mobil penjual minuman 'Ngocok Yuk', Kepala Satpol PP Kota Padang, Al Amin menyebut pihaknya akan menindak segala bentuk merek dagang yang berasosiasi negatif. Dia memastikan akan melakukan penertiban terhadap produk yang berpotensi menimbulkan gaduh di masyarakat.

"Kita tidak main-main. Apapun itu, kalau mengundang kegaduhan dan memicu terjadinya persoalan-persoalan baru akan kita tertibkan," kata Al Amin kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).

Baca juga : Diprotes Warga, Mobil Penjual Minuman 'Ngocok Yuk' Diamakan Satpol PP di Padang

Sementara soal pernyataan keberatan pemilik usaha minuman 'Ngocol Yuk', Winda Varesa, Amin menepis anggapan jika Kota Padang membunuh usaha kecil. Menurutnya, orang Minang memiliki adat dan budaya.

"Kita hidup di Ranah Minang, yang orangnya punya adat dan budaya. Ada yang jualan Ngocok. Ngocok itu menurut pemikiran kita bersama, konotasinya negatif dan kotor. Masturbasi atau onani. Masa iya harus begitu," katanya.

"Kita tidak melarang apa-apa, bahkan mendukung pelaku usaha. Tapi tolong ya, melakukan usaha sesuai dengan norma dan kaidah kita sebagai orang Minangkabau," kata dia.

Untuk diketahui, pemilik usaha minuman 'Ngocok Yuk', Winda Varesa menyesalkan langkah petugas Satpol PP Kota Padang, Sumatera Barat yang mengamankan dagangan mereka. Petugas dinilai telah melakukan pembunuhan merek mereka yang sudah mulai dikenal.

"Saya tidak bisa bilang keliru atau gimana langkah yang dilakukan Satpol PP itu. Saya hanya, sebelum menangkap harusnya mediasi dulu. Diimbau, lalu ada penjelasan. Kecuali melawan, baru ditangkap. Lah, ini main grebek dan tangkap. Harusnya diimbau dan ada pemberitahuan, nggak ditangkap kayak penjahat," kata Winda.

TAG TERKAIT :
Satpol PP Mobil Penjual Minuman Ngocok Yuk Satpol PP Kota Padang

Berita Lainnya