Keuangan

Alami 'Mati Segan Hidup Tak Mau', OJK Bakal Paksa Bank-bank Berkonsolidasi

Indah Pratiwi - 04/11/2019 15:08

Beritacenter.COM - Kondisi dan tantangan perekonomian ke depan dinilai sangat berat lantaran imbas dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat(AS) dan China yang menjadi faktor utama.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menyebutkan, tantangan perbankan cukup besar dan persaingan industri yang cukup ketat membuat semua perbankan harus siap menghadapi ketidakpastian ekonomi yang akan terjadi.

"Tantangan perbankan cukup besar, kenapa? Pertama persaingan di industri ini cukup ketat, terutama dengan perkembangan teknologi yang cepat," kata Heru akhir pekan lalu.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menggodok aturan agar bank-bank melakukan konsolidasi. "Kami sedang menggodoknya, bisa dipaksa (konsolidasi), bisa diserahkan ke pasar, atau kedua-duanya," ujarnya dalam diskusi, Senin (4/11/2019).

Dia menambahkan, pihaknya menilai konsolidasi bank dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Apabila bank kecil(mini) operasionalnya terganggu bisa membuat masalah.

Bank-bank bermodal mini, kata dia, bank BUKU 1 dan 2. Memang, menurut aturannya, bank BUKU 1 bermodal inti di bawah Rp1 triliun. Bank BUKU 1 hanya memiliki modal inti Rp10,78 miliar dengan total aset Rp91,15 miliar.

Selain itu, bank BUKU 2 atau bermodal inti antara Rp1 triliun-Rp5 triliun, di antaranya 59 bank tercatat bermodal Rp160,08 miliar dengan total aset Rp1,07 triliun.

Sedangkan bank BUKU 3 dan 4 masing-masing bermodal Rp5 triliun-Rp30 triliun, dan di atas Rp30 triliun. Sebanyak 26 bank masuk kategori BUKU 3, dan 6 bank masuk kategori BUKU 4.

Ia berharap bank-bank di Indonesia melakukan konsolidasi tanpa adanya paksaan dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK). Jangan sampai bank-bank kecil 'Mati Segan Hidup Tak Mau' yang menjadi beban dan masalah bagi perekonomian Indonesia.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Kapolri Bertemu Pimpinan KPK

Berita Lainnya