News

Pertanyakan Kondisi Kejiwaan, KPAI Prihatin Ada Ibu Masukkan Bayi ke Mesin Cuci

KPAI menyatakan prihatin masih adanya orang tua, dalam hal ini ibu yang memasukkan bayinya ke mesin cuci. Kepolisian perlu menggali secara mendalam kondisi ibu ini apakah sehat secara mental atau tidak, apakah korban kekerasan seksual atau tidak yang mengakibatkan yang bersangkutan hamil

Aisyah Isyana - 06/11/2019 07:07

Beritacenter.COM - Meski mengaku tak ada niat membunuh, aksi baby sitter di Palembang, Sutina (35), memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci menuai kecaman sejumlah pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan Sutina. KPAI meminta polisi untuk mengecek kondisi kejiwaan Sutina.

"KPAI menyatakan prihatin masih adanya orang tua, dalam hal ini ibu yang memasukkan bayinya ke mesin cuci. Kepolisian perlu menggali secara mendalam kondisi ibu ini apakah sehat secara mental atau tidak, apakah korban kekerasan seksual atau tidak yang mengakibatkan yang bersangkutan hamil," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati melalui keterangan tertulis, Senin (5/11/2019).

Baca juga : 

Rita berharap agar peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua orang untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Kedepannya, orangtua diharapkan dapat lebih memahami hak anak, terutama terkait tumbuh kembang si bayi kelak.

"Anak masih tergantung nasibnya pada orang tua atau ibu. Sehingga orang tua dan calon orang tua harus benar-benar memahami hak anak. Lingkungan perlu memberikan dukungan bagi ibu yang hamil, bagaimanapun kondisinya sehingga dampaknya anak akan lahir dengan kondisi lebih baik," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sutina yang bekerja sebagai baby sitter dirumah eks Wagub Sumsel, Ishak Mekki, tega memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci. Sutina mengaku malu lantaran telah hamil dan memiliki anak diluar nikah. Kepada polisi, Sutina mengaku tak ada niat sama sekali untuk membunuh sang buah hati.

"Pertama malu, takut tahu orang. Padahal rencana mau dibawa ke panti asuhan saja itu, tidak ada niat bunuh," kata Sutina.

Sementara itu, polisi memastikan jika bayi malang itu meninggal lantaran dipaksa masuk ke dalam mesin cuci. Sutina diketahui melahirkan bayinya seorang diri dirumah majikannya. Tak ada yang membantu Sutina melahirkan bayinya di dalam kamar mandi.

"Semua masih kami dalami, yang jelas ya korban bayi ini meninggal karena dipaksa masuk dalam mesin cuci," terang Kapolresta Kombes Didi Hayamansyah dalam rilis kasus di Mapolres, Selasa (5/11).

"Lahirnya sendiri, nggak ada yang bantu. Untuk kasus tindak pidana kekerasan ini dilakukan oleh ibu kandung sendiri pada anaknya. Korban ini ditemukan di mesin cuci dibungkus kain," sambunya.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia KPAI Polresta palembang Bayi Dalam Mesin Cuci di Palembang Ibu Simpan Bayi di Mesin Cuci

Berita Lainnya