Kriminal

Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia di Kepri, Polisi Tembak Mati 1 Pelaku

Aisyah Isyana - 07/11/2019 10:55

Beritacenter.COM - Jaringan pengedar narkoba asal Malaysia berhasil dibekuk tim gabungan Bareskrim Polri bersama Polda Kepri. Polisi menembak mati satu pelaku dari total empat tersangka yang ditangkap.

"Barang bukti narkoba yang kami amankan ada 12 kg sabu, 550 pil happy five, dan ekstasi 220 butir. Semua barang bukti narkoba ini dipasok dari Malaysia," kata Dir Narkoba Polda Kepri Kombes K Yani Sudarto di Polda Kepri, di Batam, Rabu (6/11/2019).

Pengungkapan jaringan narkoba ini dilakukan polisi setelah melakukan pengintaian selama tiga bulan. "Atas laporan masyarakat, tim gabungan melakukan pengintaian selama tiga bulan," ujar Yani.

Baca juga :

Yani mengatakan, penangkapan para pelaku dilakukan pihaknya sekira pukul 22.15 WIB, Minggu (3/11). Penangkapan pertama dilakukan polisi terhadap tersangka Hengky (31) di Tanjungpinang.

"Dari tangan Hengky, kami temukan barang bukti tersebut. Lantas, kami interogasi dari siapa dia mendapatkan barang haram tersebut," kata Yani.

Kepada polisi, Hengky menyebut peredaran narkoba yang melibatkannya dikendalikan oleh Napi di Lapas Tanjungpinang, yakni Akiong (34) dan Apeng (35). "Atas keterangan Hengky, kedua napi kami ringkus," kata Yani.

Dia menjelaskan, tersangka Apeng merupakan warga Kepri yang di penjara dengan vonis 18 tahun terkait kasus narkoba. Sementara Akiong merupakan WNA asal Malaysia yang dihukum 9 tahun bui atas kasus yang sama.

"Apeng ini bandar yang mendapatkan pasokan narkoba dari Akiong dari Malaysia. Hengky bagian dari jaringan," kata Yani.

Setelah memeriksa Apeng dan Akiong, polisi mendapat informasi jika keduanya memiliki kaki tangan bernama Edi (45) warga Tanjungpinang. Edi ini diketahui kerap berada di Batam. Tak hanya mengedarkan, Edi juga mengatur masuknya narkoba melalui jalur laut.

"Kami lakukan pengejaran terhadap Edi. Dia ini tugasnya juga mencari jaringan untuk melakukan pengedaran narkoba," kata Yani.

Edi ditangkap tim gabungan usai keberadaannya berhasil dilacak di Batam. Dari penangkapan Edi, polisi memintanya untuk menunjukkan tekong yang membawa narkoba dari Malaysia.

"Saat kami melakukan pengembangan ini, tersangka Edi mencoba kabur dan melawan petugas dengan cara akan merampas senjata karenanya dilakukan tindakan tegas. Kami tembak dan Edi tewas," kata Yani.

Yani menambahkan, tekong yang membawa narkoba itu diketahui bernama Davit WNA asal Malaysia. "Kami masih kembangkan kembali kasus ini. Saat ini David berada di Malaysia," ujar Yani.

TAG TERKAIT :
Bareskrim Kasus Narkoba Sabu Polda Kepri Ekstasi Narkoba Jaringan Malaysia Happy Five

Berita Lainnya