Kriminal

Soroti Kasus Guru Ajak Siswi 'Threesome' di Bali, KPAI Prihatin Pelakunya Guru Perempuan

Aisyah Isyana - 08/11/2019 09:57

Beritacenter.CCOM - Kasus guru wanita ajak siswi di Buleleng, Bali, threesome bersama sang kekasih, membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) geram. Guru yang seharusnya dapat melindungi muridnya, malah berbuat hal yang tak bermoral.

"KPAI menyampaikan keprihatinan atas kasus threesome seorang guru di Bali yang melibatkan seorang siswi, dimana korban diiming-imingi sesuatu, yaitu berupa pulsa dan baju baru," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).

Baca juga : Astaga! Guru di Bali Ajak Siswi 'Threesome' Demi Penuhi Birahi Kekasih

Retno juga merasa heran dengan pelaku yang merupakan guru perempuan. Padalah, selama ini kekerasan seksual kerap didominasi oleh laki-laki. Dia tak habis pikir seorang guru terlebih perempuan, dapat melakukan hal itu terhadap muridnya.

"Baru kali ini saya menemui kasus dugaan kekerasan seksual oknum guru terhadap siswa dilakukan oleh guru perempuan," ucap Retno.

Menanggapi kasus ini, Retno meminta agar guru itu mendapat sansi maksimal sesuai UU Perlindungan Anak (UUPA). Terlebih, guru seharusnya menjadi orang terdekat yang dapat melindungi muridnya. Retno meminta agar Pemprov Bali memberi sanksi kepegawaian tegas terhadap guru tersebut.

"KPAI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Bali terkait status si guru, selain harus menjalankan proses hukum, oknum guru pelaku juga harus diproses secara kepegawaian. Guru seharusnya melindungi anak, tetapi justru menjadi pelaku pelanggaran hak anak dan membahayakan anak muridnya," ujar Retno.

Retno sendir mengaku jika KPAI telah berkoordinasi dengan P2TP2A Bali dan KPPPAD. Sementara korban juga sudah diberikan pelayanan psikologis dan pedampingan.

"KPAI sementara ini sudah berkoordinasi dengan mitra di Bali yaitu KPPPAD Bali. Berdasarkan penjelasan yang kami terima, anak korban sudah mendapatkan layanan psikologis dan pendampingan dari P2TP2A Bali," sebutnya.

Untuk diketahui, guru bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) mengajak siswinya berkenalan dengan sang kekasih, AA Putu Wartayasa (36). Korban dibawa ke rumah kostnya di Jl Sahadewa Singaraja, Sabtu (26/10).

Namun, sesampainya disana korban malah dipaksa melihat Novi dan Putu berhubungan intim. Hingga akhirnya Putu mencoba meraba tubuh korban dan terjadinya adegan persetubuhan dengan korban.

"Setelah di tempat kost korban dipaksa oleh pelaku Ni Made SND untuk duduk di kasur kemudian pelaku Putu dan SND yang memiliki hubungan pacaran melakukan persetebuhan dan dilihat korban," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Novi dan Putu dijerat dengan pasal 81 (1) Jo pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Sementara Putu disangka telah melakukan tindak pidana Persetubuhan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 ayat (1), (2) UU Nomor 35 tahun 2014.

TAG TERKAIT :
Bali KPAI Guru cabul Threesome Guru Ajak Murid Threesome

Berita Lainnya