Seminar Sespimti Polri Angkatan 28, Wapres RI : Cegah Kelompok yang Keluar dari Komitmen Kebangsaan, Radikalisme dan Intoleran

Sari Intan Putri - 08/11/2019 16:34

Beritacenter.COM - KH Ma'ruf Amin selaku Wakil Presiden RI menghadiri sebuah acara seminar di Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) angkatan ke-28 Polri. Acara tersebut bertema 'Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Pancasilais Guna Menyongsong Indonesia Emas'.

KH Ma'ruf Amin meminta kepada 64 orang yang hadir dalam acara tersebut agar dapat mencegah radikalisme di Indonesia. Selain radikalisme, ia juga meminta Polri mengatasi persoalan yang menyangkut hal-hal intoleran.

"Kita harus mencegah ada kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan, radikalisme, dan intoleran," kata KH Ma'ruf Amin.

Selain radikalisme, Ma'ruf Amin juga mengingatkan para peserta soal ancaman khilafah. Meski begitu, Ma'ruf memastikan bahwa khilafah tak akan masuk ke Indonesia. Sebab paham tersebut tak diterima.

"Pertanyaannya kenapa khilafah ditolak di RI? Bukan ditolak tapi tertolak, kalau tertolak memang tak bisa masuk. Bukan karena Islami, (atau) tak Islami," kata Ma'ruf.

Alasannya, lanjut Ma'ruf, paham khilafah tak sesuai dengan kehidupan di Indonesia. Ma'ruf mengatakan, perlu ada cara untuk menyamakan pemahaman Islam untuk masyarakat Indonesia.

"Secara proporsional khilafah tertolak karena menyalahi kesepakatan (bahwa) Indonesia adalah NKRI. Kalau itu jadi khilafah maka tidak NKRI lagi, negara kesatuan khilafah Indonesia," kata Ma'ruf Amin.

"Ini perlu diluruskan pemahamannya. Islam kita itu Islam kaffah, utuh tapi ada kesepakatannya, kesepakatan nasional. Jadi penting untuk kita, komitmen kebangsaan harus diperkuat," lanjutnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Mendagri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

TAG TERKAIT :
Politik POLRI Radikalisme Nasional KH Ma'ruf Amin Wapres RI Sespimti

Berita Lainnya