Nasional

Ketua MPR : Ancaman Ideologis Terhadap Pancasila Nyata dan Harus Dilawan

Baharuddin Kamal - 11/11/2019 18:03

BeritaCenter.COM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan keberadaan kelompok intoleran di Indonesia nyata adanya. Mereka juga adalah sekelompok orang yang sangat mungkin membawa paham radikalisme yang jelas tidak mencerminkan kepribadian Pancasila. Karena, salah satu nilai utama Pancasila adalah tenggang rasa dan menghormati perbedaan.

"Temuan Setara Institute sungguh membuat kita tersentak. Survei Setara Institute pada tahun 2016 di DKI Jakarta dan Bandung Raya terhadap 171 SMA Negeri menunjukkan terjadinya persoalan serius pada sisi toleransi siswa. 4,6 persen responden mendukung organisasi tertentu yang melarang pendirian rumah ibadah; 1 persen responden setuju terhadap gerakan ISIS; 11 persen responden setuju jika Indonesia dibangun berdasarkan khilafah; dan 5,8 persen setuju mengganti Pancasila sebagai dasar negara," ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speech dalam Seminar Nasional "Merawat Kemajemukan, Memperkuat Negara Pancasila", di Hotel Ashley, Jakarta, Senin (11/11/19).

Bamsoet mempaparkan, secara kualitatif gejala radikalisme beragama juga menyasar aparatur sipil negara (ASN) sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

"Jumlah ASN yang terpapar radikalisme sangat mengkhawatirkan. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mensinyalir ASN yang pro radikalisme, atau bersikap anti terhadap Pancasila jumlahnya lebih dari 10 persen. Tidak berhenti di situ, TNI dan Polri juga menjadi lahan untuk mentransmisikan paham radikalisme. Tidak kurang dari 4 persen TNI dan Polri turut terpapar dengan paham yang membahayakan negara Pancasila," jelas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, toleransi haruslah menjadi kebutuhan bagi semua elemen bangsa, karena kebinekaan adalah elemen pembentuk bangsa. Kebinekaan, kata dia, bukan hanya fakta sosiologis yang hanya diterima sebagai sesuatu pemberian, tetapi harus terus menerus dirawat.

"Kesadaran kebangsaan yang mengkristal, yang lahir dari rasa senasib dan sepenanggungan akibat penjajahan, telah berhasil membentuk wawasan kebangsaan Indonesia seperti yang tertuang dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928, yaitu tekad bertanah air satu dan berbangsa satu serta menjunjung bahasa persatuan, Indonesia," terangnya.

TAG TERKAIT :
Radikalisme Berita Center Pancasila Bambang Soesatyo MPR RI

Berita Lainnya