Kriminal

Sembunyikan Sabu dalam Microwave, Gadis 17 Tahun Ditangkap di Bandara Semarang

Aisyah Isyana - 14/11/2019 18:25

Beritacenter.COM - Gadis berusia 18 tahun diamankan petugas Bea Cukai Tanjung Emas di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Gadis ini kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram yang disembunyikan di dalam microwave.

Penangkapan terhadap gadis itu bermula dari kecurigaan petugas yang mendapati gerak-gerik tak wajar. Kala itu, gadis itu baru saja turun dari pesawat Air Asia Flight penerbangan AK328 rute Kuala Lumpur-Semarang, Minggu (3/11) sekira 09.00 WIB.

Setelah diperiksa petugas, diketahui jika perempuan warga negara Indonesia itu berinisial V (18). Saat diperiksa dengan X-ray, petugas Bea Cukai mendapati sebuah microwave di barang bawaan milik V.

"Setelah dilakukan pemeriksaan pada badan dan barang bawaan serta hasil X-Ray menunjukkan barang bawaan penumpang tersebut adalah microwave," kata Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas Tjertja Karja Adil di kantornya, Kamis (14/11/2019).

Setelah digeledah lebih lanjut, petugas mendapati kristal putih yang diletakkan dibagai atas dan bawah microwave. Kristal putih sabu itu dikemas dalam 10 bungkus plastik yang disembunyikan di sela-sela microwave.

"Modusnya bikin kompartemen palsu pakai microwave, mereka berpikir kita tidak akan mendeteksi. Dipikirnya kita akan menduga itu hanya microwave, sehingga mereka yakin bisa lolos dan dimasukkan. Dua kilogram lebih itu jumlah yang banyak untuk bandara. Ini terbesar dalam dua tahun terakhir," pungkasnya.

Terdapat empat plastik dibagian atas microwave dengan berat bruto bruto 1.138 gram dan 6 plastik di bagian bawah memiliki berat bruto 932 gram, sehingga berat bruto total menjadi 2.070 gram. Setelah diuji menggunakan Narcotic Identification Kits (NIK) dan diperiksa oleh Laboratorium Bea Cukai Tanjung Emas, diketahui hasilnya positif methampetamine.

Kepada petugas, V mengaku hendak menuju Kabupaten Pati, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya. V mengantar barang haram itu dengan upah Rp20 juta, jika berhasil sampai ke Surabaya. Petugas masih menyelidiki sosok yang menyuruh V mengantar sabu.

"Mereka memanfaatkan orang-orang baru anak-anak milenial yang diiming-imingi uang Rp 20 juta," tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan BNNP Jateng, diketahui jika V baru dua kali melakukan perjalanan Indonesia-Malaysia. Diduga orang yang memerintah V masih berada di Malaysia.

"Diketahui V ini dari paspornya kita lihat masih baru. Baru dua kali perjalanan, Semarang-KL kemudian sebaliknya," kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan.

"Kita masih lakukan pengejaran ke oknum yang menyuruh V ini, dia WNI juga tapi masih di KL," imbuhnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, V terancam dijerat pasal 112 dan 114 Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Saat ini, kasus itu masih dalam penyelidikan dan pengembangan petugas.

TAG TERKAIT :
Kasus Narkoba Sabu Berita Kriminal Indonesia BNNP Jateng Bea cukai Bandara Jenderal Ahmad Yani

Berita Lainnya