Kriminal

Polisi Tangkap WN China dan 10 Penagih Utang Terkait Aksi Premanisme di Jakbar

Aisyah Isyana - 28/11/2019 22:27

Beritacenter.COM - Polisi meringkus WN China, AP (59), diduga terlibat aksi premanisme belasan debt collector di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saat ini, polisi tengah berkoordinasi dengan Kedubes China terkait penanganan terhadap AP.

"Untuk AP merupakan Warga Negara China dan sedang kami koordinasikan dengan Kedubes China untuk penanganan yang bersangkutan," jelas Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra kepada wartawan di Polres Jakbar, Kamis (28/11/2019).

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan AP sebagai tersangka. Dimitri mengatakan, AP saat ini telah ditahan bersama dengan 10 tersangka lainnya di Mapolres Jakbar. Adapun 10 tersangka lain yang turut diamankan selain AP yakni, AR (47), MO (53), SS (53), MA (59), AE ( 50), HH (38), HD (26), MI (50), SN (64), dan HZH (54).

"Yang bersangkutan sedang dalam penahanan Polres Metro Jakarta Barat," imbuh Dimitri.

Baca juga : Rampok Rumah Kosong, Ibu ini Ambil Puluhan Emas Batangan dan 1.500 Dollar AS

Kasus penagihan utang berujung aksi premanisme ini bermula dari utang piutang antaran AP dengan tersangka AR. Kala itu tersangka AR menagih, namun AR malah membebankan utangnya kepada korban berinisial AK.

"AP punya utang ke AR sebesar Rp 1,4 miliar. Karena dia tidak bisa bayar, dan pengakuannya bahwa korban AK punya utang Rp 13 miliar kepada AP, sehingga diajaklah AR ini untuk menemui AK di Jelambar," jelas Dimitri.

Alhasil, mereka pun mendatangi korban di wilayah Jelambar. Begitu tiba di lokasi, korban pun langsung diintimidasi dan dipaksa untuk segera meluniasi utang-utangnya kepada AP. Insiden itu terjadi pada Rabu (27/11) lalu.

Dikatakan Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakbar AKP Hasiholan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan pihaknya usai mendapat laporan terkait adanya intimidasi dan pemaksaan yang dilakukan para pelaku dikediaman korban di Jelambar, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Awalnya Polres Metro Jakbar menerima informasi mengenai tindakan premanisme di TKP. Selanjutnya Unit Jatanras dan Resmob meluncur ke TKP, dari TKP kita temukan beberapa orang di sekitar rumah korban," ungkap Hasiholan.

Dari situ, polisi mengamankan 11 tersangka di lokasi. Tak hanya mengamankan belasan pelaku, polisi juga mendapati senjata api hingga stick di salah satu mobil pelaku.

"Pada saat di TKP kita menemukan beberapa barang bukti sajam dan senpi, serta ada beberapa tongkat. Selanjutnya para pelaku kita boyong ke Polres untuk kita lakukan proses sesuai hukum yang berlaku," terang Hasiholan.

Sementara Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menegaskan jika pihaknya tak akan mentolerir aksi premanisme berkedok debt collector. Dia memastikan pelaku premanisme akan ditindak tegas pihaknya.

"Apabila merasa ada yang dirugikan, sebaiknya melapor polisi, jangan menggunakan preman untuk menagih utang. Apalagi penagihan utang dengan cara-cara kekerasan, pemaksaan itu sudah mengganggu," kata Hengki.

TAG TERKAIT :
Polres Jakarta Barat Berita Kriminal Indonesia Debt collector WN China Aksi Premanisme

Berita Lainnya