Opini

Ini Pesan-pesan Imam Al Ghazali Untukmu Yang Ingin Menikah

Indah Pratiwi - 29/11/2019 19:35

Beritacenter.COM - Pernikahan adalah merupakan ikatan secara lahir dan batin seorang laki-laki dan perempuan untuk bisa hidup bersama membangun mahligai rumah tangga. Pernikahan juga merupakan anjuran bagi laki-laki yang sudah mampu menikah agar dapat menundukan pandangannya.

Rasulullah SAW Bersabda:
“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA

Untuk menjalani itu, ada pesan-pesan sarat hikmah dari Guru Besar Imam Al-Ghazali untuk para calon imam keluarga atau laki-laki yang ingin menikah. Dalam sebuah kitab Ihya 'Ulumuddin, Imam Al-Ghazali memberikan 6 pesan untuk mereka pria yang ingin menikah.

Berikut 6 pesan Imam Al-Ghazali Untuk Tidak Menikahi Wanita Dengan Kriteria Seperti Ini:

1. Al-Annanah
Wanita yang sering mengeluh dan mengadu kepada orang lain tentunya akan membuat suami sulit menciptakan rumah tangga yang sakinah. Wanita yang suka mengeluh tentunya tidak akan mendatangkan solusi melainkan bisa merusak hubungan baik rumah tangga. Apalagi keluhan tersebut diadukan kepada keluarga, orang tua istri maupun suami.

2. Al-Mananah
Wanita yang suka mengungkit atau menjelekan laki-laki(suami) dalam satu masa maka hal itu bisa merusak peran suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Apalagi yang diungkit adalah masalah pendapatan keuangan suami yang rendah dan lain sebagainya.

3. Al-Hananah
Wanita yang belum menikah atau janda yang menceritakan atau membangga-banggakan seseorang pada masa lalunya. Dan jika dia membandingkan suaminya dengan orang lain, hal ini bisa merusak rumah tangga. Dan lebih parahnya lagi, bila dia pernah menikah sebelumnya, kemudian dia membangga-banggakan orang tuanya atau mantan suaminya dan membandingkan dengan suaminya. Bahkan mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan sang suami maka tentunya hal ini bisa merusak hubungan keharmonisan rumah tangga.

4. Al-Haddaqah
Wanita yang boros dan sering menghambur-hamburkan uang tentunya bisa membebankan suaminya untuk membayar pembeliaannya demi keinginan semata belaka dan bukan karena faktor kebutuhan.

5. Al-Barraqah
Hal ini ada dua makna yang pertama, suka berhias sepanjang masa (berhias terlalu berlebihan sehingga lupa akan kewajibannya sebagai istri) . Yang kedua adalah wanita yang tidak mau makan, maka dia tidak akan makan kecuali bila sendirian dan dia akan menyimpan bahagian tertentu untuk dirinya sendiri.

6. Al-Syaddaqah
Wanita yang banyak bicara (berbicara tak tentu arah) dilarang Imam Al-Ghazali untuk menikahinya. Hal ini untuk anti sipasi saja agar tidak terhalang menuju keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Apabila sudah terlanjur menikah wanita dengan 6 kriteria yang seperti itu, maka nasehati dan bimbing istri dengan lemah lembut, jangan dengan kekerasan. Sebab jika dipaksakan akan berakibat fatal lantaran wanita tercipta dari tulang rusuk. Jika tidak bisa memberi nasihat, maka berilah contoh teladan yang baik kepada istrinya dan didoakan agar kiranya Allah SWT memberi hidayah kepada istri tercinta karena hanya Allah SWT yang bisa membolak-balikan setiap hati manusia.

“Seorang perempuan dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih perempuan yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Wallahu A'lam Bishawab

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya