Peristiwa

Polisi Gagalkan Penyelundupan 10.278 Benih Lobster Senilai Rp.1,5 Miliar

Baharuddin Kamal - 02/12/2019 20:17

BeritaCenter.COM - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan mengatakan, pihaknya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 10.278 ekor. Benih lobster senilai Rp 1,5 miliar itu rencananya akan dikirim ke Vietnam melalui Singapura..

Menurutnya, otak dari penyelundupan tersebut merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama. Tersangka itu diketahui berinisial WW yang merupakan warga Desa Prigi, Watu Limo, Trenggalek yang saat ini sudah ditahan terkait kasus penyelundupan benih lobster.

"Tersangka atas inisial WW (Wawan) ini residivis dalam kasus yang sama. Kasusnya sudah inkrah," katanya saat dikonfirmasi, Senin (2/12).

Arif menjelaskan, WW menyuruh tersangka Anggit Handoyo Putro dan Nurcahyo Wijianto. Kedua pelaku itu merupakan warga Pacitan yang berusaha mengirim benih lobster ke kawasan Jawa Barat melalui jalan tol.

Namun, saat sampai di jalan tol Ngawi, kedua tersangka berhasil dicegat oleh petugas. Keduanya tak berkutik saat polisi menggeledah mobil yang dibawanya dan mendapati puluhan ribu benih lobster yang diberi wadah khusus siap antar.

"Keduanya kita tangkap di jalan tol Ngawi, lalu kita kembangkan ke tersangka WW. Dari sanalah didapati penangkaran benih lobster tersebut," tambahnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan di antaranya 7.300 ekor benih lobster jenis pasir dan 2.978 ekor benih lobster jenis mutiara.

"Di luar negeri, benih ini dihargai sekitar Rp 200 ribu perekornya. Dalam sebulan, tersangka sudah melakukan pengiriman 4 kali," katanya.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka itu dijerat dengan pasal 86 ayat 1 jo pasal 12 ayat 1 dan/atau pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 UU nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Balai KIPM Surabaya 1, Wiwit Supriyono mengatakan, benur dengan ukuran dibawah 200 gram memang dilarang oleh undang-undang untuk diperjualbelikan. Dia menyatakan, penyelundupan benur ini melibatkan jaringan internasional.

"Benur dengan ukuran dibawah 200 gram dilarang oleh undang-undang. Biasanya, benih-benih ini dibudidayakan di Vietnam dengan jalur distribusi melalui Singapora terlebih dahulu," tegasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Penyelundupan Benih Lobster Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim

Berita Lainnya