Politik

Penjelasan Menkopolhukam Terkait Radikal dan Khilafah

Dalam acara tersebut, Mahfud MD menyebutkan jika ada tiga jenis radikalisme. Mulai dari radikalisme takfiri, radikalisme jihadis hingga radikalisme dalam bentuk ideologi.

Sari Intan Putri - 03/12/2019 11:01

Beritacenter.COM - Mahfud MD selaku Menkopolhukam telah menghadiri sebuah acara Pembukaan Rapat Koordinasi Dakwah Nasional MUI yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (02/12/2019) kemarin.

Dalam acara tersebut, Mahfud MD menyebutkan jika ada tiga jenis radikalisme. Mulai dari radikalisme takfiri, radikalisme jihadis hingga radikalisme dalam bentuk ideologi.

“Yang ketiga radikal itu adalah wacana ideologi, mengajak berdebat, membikin ajaran ajaran yang menyesatkan, tidak buat kekerasan tetapi mengatakan negara Pancasila itu salah yang bener adalah khilafah,” kata Mahfud.

Mahfud kembali menegaskan bahwa sistem negara khilafah itu tidak ada. Sebab, menurut Mahfud MD, khilafah tidak memiliki sistem yang baku karena memiliki banyak bentuk.

“Ketika ditanya khilafah seperti apa, tidak tahu, dan bapak ibu pasti tidak tahu. Karena memang tidak ada khilafah itu yang spesifik, apakah tidak ada khilafah? Banyak khilafah. Itu artinya (saking banyaknya bentuk khilafah) tidak ada sistemnya yang baku,” jelas Mahfud.

Mahfud menegaskan meski sistem negara khilafah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW, sistem itu tidak boleh diikuti. Sebab bukan ajaran baku yang didirikan Nabi Muhammad SAW.

“Ada yang mengatakan ‘Pak, bapak bilang tidak ada khilafah, tapi kan Nabi Muhammad itu mendirikan khilafah?’ Iya, tetapi khilafah itu bukan ajaran baku karena yang didirikan Nabi Muhammad itu tidak boleh diikuti,” tegas Mahfud.

TAG TERKAIT :
Politik MUI Radikalisme Islam Mahfud MD Agama Maulid Nabi Muhammad SAW

Berita Lainnya