Internasional

Pemerintah Turki Pulangkan Terduga Anggota ISIS ke Negara Asalnya

Diketahui juga jika Kementrian Dalam Negeri Turki mengatakan jika tak memberikan penjelasan lebih detail dan menolak untuk memberikan komentar. Namun, sumber diplomatik menyebutkan 11 warga negara itu termasuk empat perempuan dan tujuh anak.

Sari Intan Putri - 11/12/2019 15:29

Beritacenter.COM - Pemerintah Turki menyebutkan jika telah mengusir 11 warga negara Prancis untuk kembali ke asalnya . Hal tersebut adalah bagian dari program pemulangan "petempur teroris asing".

Diketahui juga jika Kementrian Dalam Negeri Turki mengatakan jika tak memberikan penjelasan lebih detail dan menolak untuk memberikan komentar. Namun, sumber diplomatik menyebutkan 11 warga negara itu termasuk empat perempuan dan tujuh anak.

Selain itu, Turki menahan ratusan tersangka ISIS dan bulan lalu meluncurkan program pemulangan tahanan, yang telah menyebabkan percekcokan dengan sekutunya di NATO. Ankara menuding negara-negara Eropa mengulur waktu penjemputan warga negara mereka yang pergi ke Timur Tengah untuk berperang.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu pada November menuturkan bahwa Turki akan memulangkan sebagian besar tahanan yang terkait dengan ISIS hingga akhir tahun ini. Langkah tersebut memaksa sejumlah negara Eropa memutuskan bagaimana menangani kembalinya warga negara yang terpapar radikalisasi, termasuk mereka yang memiliki pengalaman di medan perang.

Paris menandatangani perjanjian dengan Turki lima tahun lalu, yang menyebutkan warga negara Prancis yang ditangkap oleh otoritas Turki bakal dideportasi melalui koordinasi dengan otoritas Prancis. Sejak saat itu, hampir 300 warga negara Prancis diusir oleh Turki. Kementerian Luar dan Dalam Negeri Prancis menolak memberikan komentar.

TAG TERKAIT :
ISIS Teroris Dunia Internasional Prancis

Berita Lainnya