Opini

Gunakan Jurus "Dewa Mabuk" Ahok Sikat Habis "Mafia Migas"

Indah Pratiwi Budi - 18/12/2019 12:30

Baru 1 minggu Jokowi perintahkan Ahok basmi mafia gas, Presiden Jokowi Sudah Tahu Siapa yang Untung Besar Gara-gara Impor Minyak dan Gas.

Ada pihak yang mendapatkan untung besar dalam kebijakan impor minyak dan gas. Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengetahuinya siapa saja mereka.

Hal itu disampaikan saat sambutan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019).

"Lah ini yang seneng impor, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang seneng impor. Sudah ngerti saya," kata Jokowi.

Ia menegaskan, sebenarnya Indonesia memiliki batu bara melimpah yang bisa diolah menjadi gas. Namun, ia curiga pengolahan batu bara menjadi gas ini justru dihalang-halangi oleh mereka yang selama ini mendapat keuntungan dari impor migas.

Untuk itu, Presiden Jokowi sudah memberikan mereka peringatan kepada pemain impor migas tersebut.

"Saya ingatkan bolak-balik kamu hati-hati. Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas gara-gara kamu senang impor gas," kata Jokowi.

Ia menyebut, pihak yang suka impor itu pernah mengungkapkan kekhawatiran apabila Indonesia telah berhasil memproduksi gas sendiri.

"Kalau ini bisa dibikin, sudah enggak ada impor gas lagi, saya kerja apa Pak?' Ya terserah kamu. Kamu sudah lama menikmati ini," ujar Jokowi.

Masalah yang sama juga terjadi pada komoditas minyak. Menurut dia, selama ini impor minyak Indonesia mencapai sekitar 700 sampai 800 ribu barel per hari.

Padahal, kata Jokowi, Indonesia memiliki banyak sumur minyak. Hanya saja, instruksi Jokowi agar Indonesia membangun kilang minyak sampai saat ini belum berjalan.

"Kenapa enggak genjot produksi? Karena ada yang masih senang impor minyak. Sudah saya pelajari enggak benar kita ini," kata dia.

Meskipun menengarai ada yang menghendaki agar terus mengimpor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tekad untuk masalah besar yaitu defisit transaksi berjalan dengan melakukan pemangkasan impor besar-besaran, termasuk impor energi dan bahan baku.

“Minyak yang dulunya kita nggak impor, sekarang impor kurang lebih sekarang ini 700-800 ribu barel per hari.

Baik itu minyak, baik itu gas, dan juga ada turunan Petrokimia sehingga membebani, menyebabkan defisit, dan itu bertahun-tahun nggak diselesaikan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12) siang.

Padahal, lanjut Presiden, misalnya gas, gsebetulnya batubara bisa disubtitusi menjadi gas, sehingga nggak perlu impor itu elpiji.

Presiden mempertanyakan, batubara kita ini sangat melimpah lha kok malah impor.

Sumber : Status Facebook Dewa Aruna

TAG TERKAIT :
Ahok Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Mafia Gas Mafia Gas Dan Minyak Mafia Minyak Jokowi Sikat Mafia Gas Dan Minyak Ahok Sikat Mafia Migas

Berita Lainnya