Internasional

Uni Eropa Takut Perang Nuklir Meletus

Indah Pratiwi - 10/01/2020 23:01

Beritacenter.COM - Uni Eropa(UEA) mencari cara menjauhkan Amerika Serikat (AS) dan Iran dari konflik terbuka untuk menghindari perang dan krisis proliferasi nuklir di kawasan Timur Tengah.

Pada sebuah rapat seluruh menteri luar negeri (menlu) Uni Eropa (UE) disertai Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berupaya menghindari respon diplomatik keras apapun sejak sekarang setelah AS dan Iran mundur dari potensi perang besar pasca pembunuhan jenderal top Iran dan serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Irak.

"Iran ingin mencegah krisis memanas seperti yang kita rasakan beberapa waktu, ini memiliki efek mendinginkan meski kecil," papar diplomat senior UE pada Reuters, Jumat(10/1/2020).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian memperingatkan pada rapat siang itu bahwa Iran dapat memiliki senjata nuklir dalam satu hingga dua tahun jika Teheran sepenuhnya keluar dari kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia pada 2015.

"Jika mereka terus melanggar kesepakatan Wina, maka ya, dalam jangka pendek, antara satu dan dua tahun, mereka dapat memiliki akses pada senjata nuklir, yang itu bukan pilihan," ujar le Drian pada radio RTL.

Iran menyatakan sikapnya menjauh dari kesepakatan dapat dicabut jika Washington kembali pada kesepakatan itu dan menghapus semua sanksi yang memutus aliran perdagangan minyak Iran.

Meredahkan ketegangan Eropa mempengaruhi semua pihak dan menjadi mediator bersama kekuatan Eropa yakni Inggris, Prancis dan Jerman untuk mendesak Iran tetap mematuhi pakta nuklir.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya