Internasional

AS Nyalinya Langsung Ciut Saat Rudal Iran Dipamerkan

Indah Pratiwi - 16/01/2020 08:34

Beritacenter.COM - Negara Rusia merupakan salah satu sekutu Iran. Kerjasama di bidang militer mereka lakukan mulai dari pembelian senjata, latihan militer bersama hingga membantu Iran saat terjadi konflik dengan negara lain.

Saat menyerang pangkalan militer Amerika Serikat(AS) tentunya Iran tidak sendiri. Garda Militer Iran pun menggunakan satelit milik Rusia untuk membantu menargetkan rudal-rudal milik negeri para Mullah itu ke arah dua pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.

Selain itu, Iran juga menggunakan senjata Rusia untuk pertahanan negaranya. Seperti sistem rudal Darat-Udara S-200 juga dimiliki Iran. S-200 dirancang pada pertengahan tahun 1960-an untuk melindungi dari semua jenis serangan udara yang berasal dari jet tempur dan pembom, pesawat tak berawak dan berawak, dan pesawat AWACS.

Selain itu, sistem S-200 mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk angin kencang, hujan, hingga badai pasir di kawasan Iran.

Kehebatan S-200 memiliki landasan peluncuran dengan jangkauan maksimum 150 kilometer (93 mi) yang dipersenjatai dengan 217 kg hulu ledak dengan frag yang sangat eksplosif.

Bukan itu saja, Tor-M1 dibuat untuk melengkapi S-200. Tor-M1 memiliki sistem pertahanan udara jarak pendek dimana target yang berhasil lolos dari S-200, Tor-M1 yang akan menghancurkan target itu.

Tor-M1 sendiri berhasil menembak jatuh sasaran mulai dari jet, pembom hingga rudal yang terbang dengan kecepatan hingga 700 meter per detik. Sama seperti S-200, Tor-M1 dibuat untuk mempertahankan objek negara strategis.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya