Nasional

Bela Prabowo, Jokowi Sebut Kunjungannya Keluar Negeri Untuk Perkuat Diplomasi Pertahanan Negara

Baharuddin Kamal - 23/01/2020 12:35
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tantangan pertahanan di tahun yang akan datang semakin berat. Karena, spektrum konflik sudah menyebar luas di berbagai negara. Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar pertahanan diperkuat untuk meredam ketegangan.

"Ke depan tantangan kita semakin berat. Tantangan besar pertama adalah semakin luasnya spektrum konflik di berbagai belahan dunia," kata Jokowi dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan, TNI-Polri 2020 di Gedung Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

"Oleh sebab itu, kita harus memperkuat diplomasi pertahanan untuk meredam ketegangan antar negara, dan siap dengan kekuatan senjata untuk melakukan penegakkan hukum di wilayah kita," tambahnya.

Jokowi mengaku mengetahui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sering melakukan lawatan ke sejumlah negara dalam rangka menjalankan diplomasi pertahanan. Jokowi juga membela Prabowo yang mendapat kritik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

"Jadi, kalau ada yang mempertanyakan, Pak Menhan pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan, bukan sekedar jalan jalan. Kalau ada yang bertanya itu belum mengerti urusan diplomasi pertahanan," tandas Jokowi.

Kepala Negara itu mengingatkan, militer Indonesia harus mampu mengatasi semua spektrum pertahanan. Mulai dari konflik internal, perang asimetris, gerilya, proxy, maupun perang hybrid yang menggabungkan strategi konvensional dan non konvensional.

"Saya kira saudara-saudara sudah mengerti dan tahu soal ini sehingga saya tidak akan menjelaskan secara detail," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Presiden Jokowi Prabowo Subianto Menteri Pertahanan Menhan Prabowo Subianto

Berita Lainnya