News

Polisi Sebut Pasien Aborsi di Jakpus Banyak Wanita Hamil di Luar Nikah

Baharuddin Kamal - 18/02/2020 19:45
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.
FOKUS : Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengungkap latar belakang para pasien berkunjung ke Klinik Aborsi di Paseban, Jakarta Pusat, karena hamil diluar nikah.

"Siapa saja yang datang ke klinik ilegal ini, ya rata-rata memang hamil d luar nikah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (18/2/2020).

Dari data yang didapat, sebanyak 903 pasien yang datang ke klinik aborsi itu rata-rata merupakan wanita dibawah 24 tahun.

"Karena mereka belum nikah tetapi sudah hamil. Kemudian wanita yang mau melamar kerja dengan syarat tidak boleh hamil dan tapi dia hamil, dan ada juga dia gunakan KB tapi gagal sehingga aborsi," ungkap Yusri.

Polisi mengaku mengalami kendala dalam melakukan penyelidikan keberadaan para pasien aborsi lantaran hampir semuanya tidak mengisi data secara lengkap.

"Kami terkendala cari siapa pasien lain karena data tak lengkap, mereka (pasien) gak perlu mencantumkan alamat mereka, yang ada hanya nama dan umur," ucap Yusri.

Saat ini pihak kepolisian tengah mencari keberadaan para pasien melalu rekening yang masuk ke manajemen klinik Paseban Jakarta Pusat.

"Sehingga dengan cara itu kita bisa ketahui," terang dia.

Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya menggerebek klinik aborsi ilegal dan menangkap dokter berinisial MM alias A, dan stafnya RM, dan SI. di Paseban, Jakarta Pusat pada 11 Februari 2020 kemarin.

Dari hasil penyelidikan, klinik aborsi Paseban telah beroperasi selama 21 bulan. Adapun pasien yang telah mendatangi klinik berjumlah 1632 orang dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.Tercatat, keuntungan yang diperoleh selama beroperasi mencapai Rp 5,5 miliar.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Jakarta Aborsi Berita Center Klinik Aborsi Ilegal

Berita Lainnya