Bisnis

AS Diam-diam Beri Sinyal Perang Dagang Pada Indonesia

Indah Pratiwi - 24/02/2020 14:53

Beritacenter.COM - Masuknya Indonesia ke dalam kategori negara maju oleh Amerika Serikat(AS) merupakan sinyal perang dagang yang diberikan negara Paman Sam itu kepada negara-negara maju.

Dilansir The Star, Kantor Perwakilan Dagang AS(USTR) telah mencoret Indonesia dari negara berkembang dan dimasukan ke dalam daftar negara maju. Akibatnya, Indonesia akan kehilangan fasilitas Generalize System of Preference(GSP) atau keringanan bea masuk impor ke negara AS.

"Jadi ini sebenarnya fasilitas (GSP) dicabut di zaman Donald Trump ini ya ini bagian dari trade war terhadap Indonesia kalau menurut saya," kata Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudhistira.

Sebelumnya, AS tidak pernah merombak fasilitas kepada Indonesia. Namun, saat ini AS merupakan ancaman bagi Indonesia karena akan menyulitkan perekonomian Indonesia. Saat China menjadi target perang dagang, negeri Tirai Bambu itu langsung mengalami banyak hambatan.

"Karena sebelumnya kan tidak pernah banyak diotak-atik gitu. Baru zaman (Presiden AS) Donald Trump saja semuanya diperlakukan menjadi musuh gitu sehingga ini sebenarnya ancaman perang dagang untuk Indonesia secara langsung," sebutnya.

Jika dilihat, kata dia, AS ingin membatasi ekspor Indonesia lantaran sejauh ini AS mengalami defisit pada perdagangan.

"Jadi Indonesia ini perdagangannya 2019 masih surplus cukup besar terhadap Amerika Serikat. Jadi ini kan sebenarnya salah satu strategi saja untuk mengeluarkan Indonesia, pertama dari negara yang menerima GSP. Sehingga itu yang membuat Indonesia selama ini menikmati fasilitas itu. Nah itu yang dianggap Amerika Serikat membuat neraca perdagangannya jadi defisit cukup lebar terhadap Indonesia," tambahnya.

 

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya