Nasional

Terkait Harun Masiku, DPR RI Minta Vendor Pengelola Data di Bandara Soekarno-Hatta Dipidana

Baharuddin Kamal - 24/02/2020 23:54
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery.

Beritacenter.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) agar menindak tegas vendor yang diduga lalai dalam mengelola data server di Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu terkait informasi kepulangan tersangka kasus dugaan suap PAW anggota DPR Harun Masiku yang tidak diketahui pihak Imigrasi.

Akibat kelalaian vendor, membuat banyak orang yang masuk ke Indonesia tidak tercatat ke data perlintasan pihak Imigrasi.

"Para pihak kalau perlu diberi sanksi pidana sehingga menjadi pembelajaran ke depan. Ini wajah negara akibat dari kesalahan yang hanya sepele yang saya anggap human error, negara ini gaduh berhari-hari," ujar Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery dalam rapat kerja bersama Menkumham Yasonna H Laoly di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Baca juga : 

Herman berharap agar Kemenkumham lebih teliti dalam memilih vendor supaya kesalahan yang sama tidak terulang kembali.

"Kita semua menjadi malu bagaimanapun kitalah pihak-pihak yang menjadi penyelenggara negara," tegas Herman.

Menurutnya, Sistem lnformasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) harus dibangun dengan merekrut vendor yang profesional di bidangnya.

"Membangun SIMKIM untuk negara sebesar Indonesia ini tentu harus mempunyai visi yang panjang. Jangan asal-asalan merekrut vendor memang kita mengerti untuk mengerjakan membutuhkan vendor yang profesional," tambah Herman.

Untuk memberi efek jera, lanjut Herman, saya meminta agar vendor tersebut dipidanakan lantaran telah membuat gaduh soal keberadaan Harun Masiku.

"Saya minta Pak Menteri untuk jatuhkan sanksi seberat-beratnya termasuk sanksi pidana kalau memang memungkinkan. Kemudian membuat perencanaan ulang tentang SIMKIM untuk 10 sampai 15 tahun ke depan, mengacu pada kejadian hari-hari ini," tutur Herman.

Sebelumnya diketahui, Menkumham Yasonna H Laoly memaparkan hasil temuan tim gabungan terkait polemik informasi keberadaan tersangka kasus dugaan suap yakni eks caleg PDIP Harun Masiku.

Menurut dia, terdapat kelalaian dari vendor yang lupa menyinkronkan antara data yang ada di komputer ke server lokal yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.

"Tetapi pada waktu Desember terjadi pelatihan-pelatihan staf-staf Keimigrasian kita oleh trainer-trainer vendor untuk perbaikan sistem di Terminal 2F, upgrading system di 2F, di Terminal III sudah selesai. Kemudian ternyata memang data Harun Masiku itu diterima masuk tetapi di PC, di-counter PC di data di sini. Dari PC ke server lokal tidak ter-connect," ujar Yasonna.

TAG TERKAIT :
Berita Center Kemenkumham Harun Masiku Suap PAW Anggota DPR Harun Masiku Buron

Berita Lainnya