Bisnis

IMF Sebut Ada Jutaan Perusahaan China Dalam Ambang Kebangkrutan

Indah Pratiwi - 25/02/2020 18:23

Beritacenter.COM - Hutang-hutang perusahaan-perusahaan China terus melambung saat ini dimana mereka sedang berjuang untuk membayar pekerja dan pemasok di tengah wabah virus corona.

Pemerintah Tiongkok meminta seluruh perbankan untuk menawarkan lebih banyak kredit, agar negaranya bebas dari jeratan virus corona yang menyebar dengan cepat dan telah memakan banyak korban.

Berdasarkan hasil survei, perusahaan kecil dan menengah China menemukan fakta ada jutaan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang tengah di ambang kebangkrutan.

Berdasarkan laporan dari Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah China menyebutkan, sekitar 60% dapat bertahan untuk melakukan pembayaran rutin selama satu hingga dua bulan sebelum kehabisan uang tunai.

Saat ini bisnis China menjadi sorotan lantaran 60% penyumbang ekonomi dan 80% penyerap tenaga kerja seperti yang dilansir People's Bank of China.

Selain itu, pembatasan transportasi dilakukan dalam negeri maupun ke luar negeri sebagai upaya untuk memerangi penyebaran virus corona.

Saat ini, 300 perusahaan China mencari pinjaman bank untuk membantu melunakkan dampak wabah virus corona. Nilainya sekitar 57,4 miliar yuan atau setara dengan USD8,2 miliar.

Mengutip BBC, Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada akhir pertemuan G20 memprediksi China yang merupakan ekonomi terbesar kedua dunia akan mengalami penurunan tajam dalam pertumbuhan ekonomi di kuartal I.

IMF telah melihat perekonomian China baru akan kembali normal di kuartal kedua tahun ini. "Tapi kita juga melihat skenario yang lebih mengerikan di mana penyebaran virus akan terus terjadi lebih lama dan lebih global, dan konsekuensi pertumbuhan yang lebih berlarut-larut," ujar Georgieva.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya