Opini

Ibu Kota Air

Indah Pratiwi Budi - 29/02/2020 10:24

Ini republik sih ya, bukan kerajaan atau kekhalifahan atau apa pun namanya yang monarkis.

Gubernur DKI menjabat karena memenangkan 58% suara di pilkada, bukan ditunjuk Presiden RI seperti zaman Orde Baru dulu (bagusnya selalu diamanahkan pada jenderal-jenderal yang terlatih pegang komando, menganalisa posisi lawan lalu merumuskan dan menjalankan strategi).

Kalau ulil amri kita, Presiden RI Joko Widodo, punya kekuasaan non-demokratis seperti Raja Salman di Saudi, atau emir-emir di kawasan Semenanjung Arab lainnya, beliau bisa gampang perintahkan Mendagri Tito Karnavian untuk copot Gubernur DKI lalu ganti dengan orang yang lebih kompeten.

Tapi mana bisa di Indonesia hare gene? Bisa rusuh lagi demo pe'a 212 dll yang konon 7 juta orang (padahal pendukung Jokowi yang vote di pilpres jumlahnya puluhan kali lipat juga).

Celakanya juga, Gubernur DKI tuh sekarang hubungannya dengan Presiden RI nggak seperti antara anak buah dengan atasannya. Cuma rakyat (melalui perwakilannya di DPRD kali ya) yang bisa nyuruh gabener kerja...nah, DPRD pada ngiyem, bisa apa kita?

Sumber : Status Facebook Desrinda Syahfarin

TAG TERKAIT :
Banjir Anies Baswedan Jakarta Banjir Gubernur terbodoh Anies Gubernur Terbodoh Gubernur Pembohong Anies Cuci Tangan Jakarta Banjir

Berita Lainnya