Opini

Perjuangan PSI Melawan Persekutuan Maling Anggaran di DPRD DKI

Indah Pratiwi Budi - 02/03/2020 20:00
Oleh: Rudi S Kamri

Membaca berita tentang perjuangan darah muda delapan orang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini menjadi anggota DPRD DKI Jakarta sungguh membuat darah tua saya mendidih dan nurani saya bergetar hebat. Mereka anak-anak muda yang masuk di arena permainan para mafia oligarki politik Jakarta yang sudah mengakar kuat berpuluh-puluh tahun tanpa terusik.

Kehadiran Ahmad Idris, William 'Aica Aibon' Aditya, Antony 'Super Komputer' Winza Prabowo dan kawan-kawan telah mengusik kemapanan para mafia dan persekutuan para maling uang rakyat di Jakarta. Mereka marah saat William membuka anggaran pembelian lem Aica Aibon senilai sekitar Rp 82 Milyar. Para cecunguk mafia ini ngamuk saat Antony Winza mengulik rencana pembelian komputer Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta sebesar Rp 128,9 miliar.

Lalu mereka kompak seperti anak kecil rame-rame melaporkan kiprah William dan Antony ke Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta dengan dalih melanggar etika. Badan Kehormatan yang notabene adalah bagian dari para maling anggaran itupun sudah bisa kita duga serta merta akan menjatuhkan sanksi bersalah. Bagi mereka niat merampok uang rakyat dianggap lebih mulia dibandingkan dengan etika anak-anak muda PSI untuk membongkar praktik kongkalikong penggarong anggaran ini.

Sudah menjadi rahasia umum dengan jumlah fantastis APBD DKI Jakarta setiap tahun yang mencapai hampir Rp 80 Triliun telah melahirkan persekutuan para maling anggaran di DKI Jakarta. Mereka membangun kongkalikong dan kerjasama sesat antara eksekutif dan legislatif. Tahun anggaran 2017 - 2019 mereka merasa aman, damai dan sejahtera. Tetapi pada saat mulai membahas rencana APBD tahun 2020 langkah mereka mulai gerah kepanasan karena hadirnya delapan orang kader PSI diantara 106 anggota DPRD DKI Jakarta.

Semangat pantang mundur dari adik-adik PSI Jakarta yang dikomandani Michael Sianipar ini layak dan harus kita dukung sepenuhnya. Karena saat ini posisi mereka benar-benar terkepung diantara singa dan macan yang haus mencuri uang rakyat. Menurut kabar yang saya dengar bentuk teror terhadap anak-anak muda PSI ini bukan hanya dari internal sesama anggota DPRD DKI Jakarta saja, tapi para mafia ini juga mengerahkan LSM dan ormas binaan mereka untuk menteror William, Antony dkk.

Salah satu cara kita untuk mendukung perjuangan adik-adik PSI di Jakarta ini adalah kita harus tetap membantu memberi semangat kepada mereka sekaligus kita serang kelakuan para maling anggaran tersebut melalui media sosial kita. Kita tidak boleh biarkan para penggarong ini membunuh semangat muda Indonesia yang sedang tumbuh mengembang memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Melalui keberanian William, Antony, Idris, Ara, Meli, Justine dan kawan-kawan, nurani kita sebagai rakyat kita suarakan dan gaungkan.

Kita berharap kiprah delapan orang kader PSI Jakarta selama lima tahun di DPRD DKI Jakarta merupakan pelajaran dan pengalaman bagi anak- anak muda harapan bangsa agar tahun 2024 mereka siap berkiprah ke level yang lebih tinggi yaitu di DPR RI. Dengan mengelola APBN sekitar Rp 2000 Trilyun tentunya mereka akan menghadapi gerombolan mafia anggaran yang lebih ganas lagi.

Semoga semangat kader muda PSI di DKI Jakarta tidak surut. Karena saya yakin dukungan buat mereka jauh lebih besar dibanding yang menentang mereka. Dukungan dan doa buat mereka bukan saja datang dari rakyat Jakarta yang waras, tapi mengalir deras dari masyarakat seluruh penjuru negeri.

Jangan patah semangat, Tunas Muda Indonesia !!!

Salam SATU Indonesia

 

(Sumber: facebook Rudi S Kamri)

TAG TERKAIT :
DKI Jakarta Apbd dki jakarta PSI Partai Solidaritas Indonesia Anggaran di DPRD DKI

Berita Lainnya