Ekonomi

Tarif Ojek Online Naik Untuk Zona II

Anas Baidowi - 10/03/2020 14:55

Beritacenter.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan menaikkan biaya jasa ojek online (ojol) untuk zona II di wilayah Jabodetabek.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, keputusan penyesuaian biaya jasa ojol ini berdasarkan hasil diskusi dengan asosiasi ojek online untuk melakukan survei dan penelitian.

"Yang akan dikenakan kenaikan wilayah Jabodetabek atau zona II, dengan angka rata-rata sebesar Rp225 per kilometer," kata Budi di Jakarta, Selasa (10/3).

"Akhirnya setelah berdiskusi dengan aplikator maupun asosiasi ojek online, tarif ojek online disesuaikan bertambah sebesar Rp250. Penyesuaian berdasarkan zona khusus," lanjut Budi.

Dengan demikian, kata Budi sebagian besar masyarakat yang disurvei akan mengurangi frekuensi menggunakan ojek online. Masyarakat juga meminta kompensasi seperti perbaikan dalam pelayanan terutama pada aspek keselamatan dan keamanan.

"Karena perlu adanya penyesuaian algoritma dari masing-masing aplikator, kami menyiapkan aturan pengganti regulasi yang lama. Paling lama 16 Maret, saya akan melakukan evaluasi terhadap tarif," tuturnya.

Untuk diketahui, Zona II adalah kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Awalnya biaya jasa ojek online sebesar Rp 2.000 (batas bawah, Rp2.500 (batas atas), dan Rp8.000-Rp10.000 (biaya minimal) per kilometer.

Dengan kenaikan tarif tersebut, maka biaya jasa ojol Zona II akan menjadi Rp2.250/km untuk batas bawah, Rp2.650/km untuk batas atas, dan Rp9.000-Rp10.500/km untuk biaya jasa minimal.Terkait kebijakan kenaikan tarif ini, Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho menyatakan pihaknya akan mematuhi pedoman biaya jasa yang diterapkan Pemerintah.

"Kami dari Gojek pun berusaha meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna. Kami juga telah melakukan berbagai hal untuk meningkatkan keamanan dengan number masking, dan share your trip,” jelasnya.

Senada, Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Annreiano menyampaikan bahwa Grab menghormati keputusan yang sudah ditetapkan pemerintah. Grab juga akan berdaptasi dengan skema baru sesuai keputusan.

"Kami akan mengkomunikasikan pada pengemudi kami. Kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi kami dan juga baik untuk industri ojek online secara keseluruhan. Harapan kami kebijakan ini dapat dilaksanakan oleh seluruh pelaku usaha,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Public Relations Specialist Maxim Havara Evidanika Zahri Firdaus juga menyatakan menyanggupi untuk mengikuti kebijakan baru ini.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Tarif Ojek Online

Berita Lainnya