Nasional

Terkait Penjajahan di Masa Lalu, Raja Belanda : Saya Menyesal, Mohon Dimaafkan

Baharuddin Kamal - 10/03/2020 16:06
Presiden Jokowi Sambut Raja dan Ratu Belanda.

Beritacenter.COM - Pemerintahan Belanda meminta maaf atas kejadian di masa lampau yang dilakukan pihaknya kepada bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Raja Belanda Willem-Alexander saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan penyesalan saya dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda di tahun-tahun tersebut," ucap Raja Willem di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

Baca juga : Jokowi Terima Keris Pangeran Diponegoro dari Raja dan Ratu Belanda

Insiden kekerasan yang dimaksud yakni saat Indonesia mengumumkan proklamasi kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Raja Willem menyadari kelurga korban yang mengalami kekerasan di masa lalu pasti masih merasakan kepedihan atas tragedi itu.

Dia mengatakan, pemerintah Belanda telah mengakui kemerdekaan Indonesia sejak 15 tahun lalu. Oleh karena itu, Raja Willem mengucapkan selamat hari kemerdekaan untuk rakyat Indonesia yang ke-75.

"Merupakan tanda yang sangat menjanjikan bahwa dua negara yang pernah berada di pihak yang berlawanan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan mengembangkan sebuah hubungan baru berdasarkan rasa hormat, saling percaya dan persahabatan," tutur Raja Willem.

Baca juga : Ini Alasan Ahli Waris Tidak Mau Simpan Keris Pangeran Diponegoro...

Willem juga mengatakan, hubungan kerjasama antara Belanda dan Indonesia sangat kuat. Hal ini ditunjukan dengan semakin banyaknya anak muda Indonesia yang belajar di Belanda. Jalinan kerjasama juga turut diperkuat di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, pengelolaan air, perlindungan alam dan iklim.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, pihaknya akan terus mempekuat hubungan bilateral dengan Belanda. Hubungan ini diantaranya yakni saling menghormati kedaulatan, integrirtas, dan saling menguntungkan.

"Kunjungan Sri Baginda akan dicatat oleh sejarah sebagai kunjungan yang bersahabat, produktif, menatap masa depan tanpa harus melapukan sejarah masa lalu," jelas Jokowi.

Jokowi mengakui Indonesia tidak dapat menghapus memori sejarah yang terjadi di masa lalu. Namun ia ingin semua pihak dapat belajar dari masa lalu agar masa depan menjadi lebih baik.

"Kita tentu tidak dapat menghapus sejarah namun kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran tersebut untuk meneguhkan komitmen kita untuk membangun sebuah hubungan yang setara, saling menghormati dan saling menguntungkan," tutupnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Ratu Belanda Presiden Joko Widodo Istana Kepresidenan Raja Willem Raja Belanda

Berita Lainnya