Bisnis

Disperindag Jabar Batasi Pembelian Sembako, Cegah Panic-Buying Pasca Merebaknya Covid-19

Aisyah Isyana - 16/03/2020 20:28

Beritacenter.COM - Guna mengantisipasi terjadinya panic-buying yang timbul di masyarakat akibat penyebaran virus Corona, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar meminta agar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk membatasi pembelian tak wajar yang dilakukan masyarakat.

"Di beberapa gerai Yogya sudah diterapkan, maksimal untuk sembako jumlah pembeliannya tiga maksimal, misal minyak kemasan yang satu kilogram, hanya boleh tiga kemasan atau tiga kilogram," ujar Kadisperindag Jabar M Arifin Soedjayana usai peresmian Zona Integritas di Disperindag Jabar, Bandung, Senin (16/3/2020).

Baca juga :

"Untuk konsumen terakhir, bisa kita lihat kewajarannya seperti apa, tapi kalau yang beli ada indikasi untuk ditumpuk, itu yang akan kita larang," sambungnya.

Arifin tak menampik terjadinya lonjakan konsumen yang cukup drastis pasca merembaknya isu Covid-19, yakni dibeberapa supermaket seperti Yogya, Carrefour, Borma dan SuperIndo.

"Memang di supermarket ini terjadi peningkatan konsumen yang datang, saya tanyakan ke pengusaha, memang benar dari ada penambahan lonjakan pengunjung dua hingga tiga kali lipat," katanya.

Dia menyebut para pembeli rata-rata menyasar sembako, seperti telur, minyak, dan gula. Dalam hal ini, Arifin memastikan jika kebutuhan sembako di Jabar masih dalam kategori aman.

Pantauan Indag Jabar di pasar tradisional sendiri juga dipastikan tak ada pembelian dalam jumlah besar. "Tolong dalam membeli sembako, tidak berlebihan. Sesuai dengan kebutuhan saja, bahwa stok di pasar termasuk stok di gudang distributor untuk kebutuhan pokok masih aman. Jadi jangan berlebihan," katanya.

TAG TERKAIT :
Virus Corona Penyebaran Virus Corona Virus Corona di Indonesia Panic Buying Disperindag Jabar

Berita Lainnya