Kriminal

Sadis! 2 Remaja di Karawang Tega Aniaya Pelajar Hingga Tewas dengan Celurit dan Stik Golf

Aisyah Isyana - 31/03/2020 10:27

Beritacenter.COM - Dua pelajar berinisial AP (15) dan MF (14) diamankan polisi lantaran diduga membunuhan MI (14), siswa SMP di Jatisari. Keduanya diketahui menganiaya korban dengan celurit dan stik golf di pinggir jalan Kecamatan Kotabaru, Karawang.

"Kedua pelaku menganiaya korban menggunakan celurit dan stik golf. Kedua barang bukti itu sudah kami sita," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan saat jumpa melalui siaran langsung, Selasa (31/3/2020).

Baca juga : Bupati Pacitan: Perantau yang Tak Mudik Ditengah Pandemi Corona Itu 'Pahlawan'

Kejadian bermula saat kedua pelaku tengah berkonveo sekitar sepekan lalu. Ditengah jalan saat konvoi, mereka mendapat MI yang dikenali sbeagai siswa salah satu sekolah di Jatisari. Para pelaku memandang korban sebagai pihak musuh bebuyutan sekolah mereka.

"Para pelaku menganggap korban adalah musuh bebuyutan mereka. Alhasil, saat (korban) konvoi siang itu, pelaku langsung menghampiri dan menganiaya korban di pinggir jalan," ungkap Bimantoro.

Pelaku tak segan-segan membacok punggung korban dengan celurit yang dibawanya. Korban pun mendapat luka yang cukup dalam hingga 13 centimeter. Pelaku lainnya menghantam korban dengan stik golf ke arah wajah korban.

Aksi penganiayaan itu membuat korban terluka dan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit. Sayangnya, nyawa korban sudah tak tertolong. "Korban tak selamat saat dirawat di rumah sakit," ungkap Bimantoro.

Setelah mendapat laporan terkait penganiayaan itu, polisi yang tak butuh waktu lama berhasil membekuk kedua pelaku. Polisi meringkus kedua pelajar itu di kediaman mereka masing-masing, pada Senin (16/3) dan Selasa (17/3).

Akibat perbuatannya, kedua remaja itu terancam dijerat hukuman penjaran belasan tahun. Polsii menyebut aksi kedua pelaku menganiaya korban hingga tewas telah memenuhii unsur yang disangkakan disangkakan dalam Pasal 170 KUHP. Selain itu, keduanya juga dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam.

"Hukumannya bisa 12 tahun dan/atau 10 tahun penjara," tutur Bimantoro.

TAG TERKAIT :
Penganiayaan Pengeroyokan Berita Kriminal Indonesia Karawang Pelajar Keroyok Siswa Sekolah Lain

Berita Lainnya