Opini

Langkah Hebat Jokowi Tak Lakukan Lockdown

Lukman Salasi - 31/03/2020 18:21

Sejumlah pihak ‘menekan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera melakukan lockdown atau karantina wilayah untuk mengatasi penyebaran pandemi virus Corona atau COVID-19 di Indonesia.

Ada dari organisasi IDI, ahli-ahli ekonomi, kader Parpol, bahkan mantan presiden seperti SBY dan JK turut memberikan masukan agar dilakukan lockdown. Terakhir terdengar MUI juga ikut menekan agar Presiden Jokowi mengambil langkah lockdown.

Tapi sayangnya, contoh atau perbandingan yang dimunculkan pihak-pihak atau orang yang memberikan masukan agar dilakukan lockdown ternyata tidak efektif mengatasi pandemi Corona di negara masing-masing.

Bisa kita lihat hasilnya! Seperti yang dilakukan Italia, India, Inggris, Malyasia, Belanda dan Amerika Serikat. Yang berhasil hanya yang dilakukan China. Berhasil memaksa rakyatnya disiplin karena didukung dengan sistem pemerintahannya.

Bagaimana dengan yang lain lain? Gagal total! Kita lihat Malaysia, yang terinfeksi COVID-19 justeru naik lebih dari 500% dibanding sebelum lockdown.

Italia setelah hampir sebulan lockdown, penduduknya frustrasi kehabisan logistik. Sementara bank ditutup dan uang pensiun tidak dibayar.

India bahkan lebih parah. Baru beberapa hari lockdown rakyatnya sudah melakukan perlawanan. Terjadi kerusuhan. Mereka berkumpul di terminal memaksa pulang kampung. Ada yang jalan kaki karena biaya transportasi selangit. Menunggu 6-8 jam dipinggir jalan menanti antrian makan.

Inggris dan Belanda juga tak kalah parah. Dua Negara ini malah ada kecenderungan meninggalkan lockdown untuk beralih ke 'Herd Immunity'.

Kemudian Amerika yang tadinya siap-siap akan melakukan Lockdown, membatalkan niatnya karena memprediksi kondisinya akan jauh lebih parah. Ini Negara yang paling demokratis dan katanya paling rasional.

Mereka menerapkan lockdown penderita COVID-19 bukan turun, tetapi bertambah banyak, jika tidak bisa dikatakan tambah tidak terkendali. Subhanallah...!

Negara lain sibuk melakukan Lockdown yang ternyata bukan jadi solusi jitu, Indonesia dibawah komando seorang Presiden yang tenang melakukan langkah berbeda dengan negara lain.

Inilah langkah hebat yang dilakukan Presiden Jokowi kita. Ia menyiapkan rumah sakit khusus menangani penderita COVID-19. Yang sangat penting lagi, menjamin ketersediaan logistik untuk masyarakat. Membebaskan importir mengimpor kebutuhan pokok.

Kemudian memborong obat Kloroquin dan Avigan sampai 5 juta butir. Mengupayakan ketersediaan APD baik dari impor maupun produksi lokal. Mendatangkan alat-alat kesehatan.

Aparat serentak digerakkan untuk mensosialisasikan dan mendisiplinkan rakyat untuk melakukan social dan physical distancing.

Memberikan bantuan tambahan untuk pemegang Kartu Sembako. Mempercepat bantuan transfer kepada pemegang Program Keluarga Harapan. Menunda dan meringankan pembayaran kredit pengusaha UKM. Memberikan bonus bulanan kepada dokter dan para tenaga medis mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta.

Jokowi juga melakukan langkah konkret memberikan perlindungan sosial dan stimulus ekonomi menghadapi pandemi COVID-19 ini. Sungguh luar biasa!

Inilah langkah konkret kerja Presiden NKRI meskipun disaat yang bersamaan beliau ditinggal oleh orang yang sangat beliau cintai. Ibunda, Eyang Sujatmi Notomiharjo. Beliau tetap tegar dan fokus bekerja untuk rakyat mengatasi pandemi Corona ini. Masya Allah . . . !

Sementara orang-orang yang kerjanya kerjanya minimalis, hanya bolak balik melihat angka-angka bisanya cuman teriak lockdown... lockdown... !

Kami percaya sekali Bapak Jokowi akan memutuskan yang terbaik bagi negeri ini keluar dari wabah COVID-19.

Semoga Allah senantiasa membimbing Bapak dalam mengambil setiap keputusan demi kepentingan rakyak yang terbaik.

Tetap sehat Pak Presiden... Allah akan selalu melindungi Bapak.... Aamiin Allahumma Aamiin...!

TAG TERKAIT :
Presiden Jokowi Jokowi Hebat Cegah Penyebaran Corona Indonesia Bersatu Lawan Corona Lockdown Bukan Solusi Langkah Jokowi Atasi Corona Langkah Hebat Jokowi

Berita Lainnya