Nasional

Anies Baswedan Setting Media Tentang Berita "Suara Bergetar" Terkait Virus Corona, TERNYATA SETTINGAN DOANG...!

Indah Pratiwi Budi - 01/04/2020 14:53

Beritacenter.COM - Belum Lama ini kita dihebohkan dengan sebuah artikel yang menjelaskan Anies Baswedan, membayar media massa untuk melakukan pencitraan ditengah wabahanya virus corona.

Hal tersebut di bongkar oleh pemilik akun facebook bernama Andi Atthira, dengan menuliskan sebuah artikel.

Inilah isi artikel, yang menjelaskan orang nomor satu di DKI Jakarta, itu menggunakan beberapa media untuk melakukan pencitraan :

“Mas nanti ‘penjelasannya’ sama saya ya, tapi jangan lupa judul harus sesuai press rilis, itu permintaan sibos soalnya,” begitu dialog yang sering saya ucapkan sambil berbisik bisik, ketika saya menjadi koordinator media seluruh Indonesia, dunia dan akhirat, yang dulu sering saya kerjakan, selama bertahun tahun.

Maka… beberapa hari kemudian semua media menurunkan beritanya sesuai permintaan saya, judul dan isi serupa. Tugas saya selesai, lanjut ngopi dan shopping di Plaza Senayan. Mau masuk koran seluruh Indonesia, berita di TV, media online, infotainmen, mau berapa ratus media, panggil gue aja, deal, semua akan beres. Berita tidak menarik pun disetting jadi menarik.

Yess. Saya hanya cerita pengalaman dan kisah nyata saya, mantan wartawan 7 tahun, yang sering mengkoordinir seluruh wartawan nasional, untuk jumpa pers artis, pemusik, pengusaha atau pejabat tinggi, termasuk saya juga sering menyalurkan amplop amplop dan transfer ke rekening teman teman yang sudah memuat beritanya. Dulu istilahnya saya hanya bunyiin sempritan aja wartawan bisa kumpul. Bahasa kalbu mereka sensitif kalau saya yang ngundang mereka.

Contoh judul judul yang saya maksud senada seirama itu seperti potongan berita berita di bawah ini. Anies tentu tidak salah. Tapi yang cerdas adalah konsultan politik dan koordinator medianya. Saya dulu pernah mengerjakan hal hal seperti ini, termasuk membantu Andi Mallarangeng mengundang media dan meracik berita yang harus ditulis, saat mengenalkan partai barunya. Saya pernah diajak teman bergabung di timnya, menjadi tim sukses beberapa Caleg dan Partai untuk memainkan media. Tapi maaf saya anti politik praktis, saya tolak.

Saya juga pernah mengkoordinir wartawan dan infotainment untuk pernikahan Sophia Latjuba, Puput Melati, kasus hukum Manohara, Inul Daratista dan Rhoma Irama, dan lain lain. Saya bisa mengarahkan angle berita semua media saat itu. Yang lebih stright lagi, saya pernah menyetir teman teman wartawan dengan memberi daftar pertanyaan. Mereka tidak boleh bertanya yang tidak ada dalam daftar pertanyaan. Kalau tidak, maka pertanyaannya akan diabaikan. Ini baru level bawah yah. Di level tertinggi negosiasinya minimal di tingkat redaksi, ada lagi di atasnya pemimpin redaksi bahkan pemilik media. Nilainya? Sesuai level yang pasti.

Apakah hal seperti itu wajar? Ya. Lumrah lumrah saja di dunia media. Tapi ingat potongan potongan berita berjudul sama di bawah ini hanya contoh, habis sudah lama saya tidak melihat judul judul yang seirama seperti ini. Tuh kan suara saya jadi ikutan bergetar…!!!

sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3192547000969536&id=100006428027571

TAG TERKAIT :
Anies Baswedan Anies Anies Gubernur Pembohong Gubernur Pembohong Anies Sok Sibuk Urus Corona Anies Takut Kena Corona Anies Ngumpet Anies Ngumpet Gara-gara Corona Anies Gubernur Terbohong Gubernur Terbohong

Berita Lainnya