Opini

Jangan Asal "Lockdown" Kampung

Indah Pratiwi Budi - 01/04/2020 17:14
Oleh: Niken Satyawati

Saya apresiasi kampung-kampung yang me-lockdown-kan diri. Memportal jalan masuk agar warga tidak ngeyel berkeliaran dan orang luar tidak masuk. Semoga itu bukan dilakukan hanya karena ikut-ikutan biar dianggap keren seperti kampung lainnya. Namun memang mungkin warganya sudah punya kesadaran tinggi terhadap bahaya Corona.

Idealnya memang semua di rumah. Keluar dari rumah berisiko terjadi penularan. Tentu diam di rumah tidak menjadi persoalan bagi yang berkecukupan, punya kelebihan harta dan makanan serta melimpah saldo Gopay dan OVO.

Tapi apakah semua orang seperti itu? Di kampung mertua saya, tak sedikit yang hidup dari berkeliling menjual ini-itu. Ada yang jualan es krim, bakso, siomay dll. Mereka hidup kekurangan. Ketika kampung-kampung diportal, mereka jadi tidak bisa bekerja. Mereka todak punya menghasilan. Tidak ada yang bisa dimakan. Anak-anak mereka akan menangis karena tidak punya susu.

Mengingat ini, menutup kampung tentu bukan langkah yang arif. Beda bila penutupan kampung tetap memungkinkan para penjaja makanan, tukang sayur masuk dgn protokol kesehatan yang ketat. Lebih baik lagi warga kampung dan siapa saja yang perlu bantuan makanan maupun finansial, segera dibantu.

Corona memang berbahaya. Tetapi kemiskinan dan kelaparan tidak kalah bahayanya. Orangtua bisa nekat melanggar hukum kalau melihat anak-anak mereka menangis kelaparan.

Semoga yang me-lockdown kampung tidak menutup mata. Dan semoga lockdown kampung ini tidak diikuti dengan acara kumpul-kumpul warga di poskamling buat ngobrol-ngobrol sambil main kartu.

 

(Sumber: Facebook NIken Satyawati)

TAG TERKAIT :
Indonesia Lawan Corona Indonesia Bisa Lawan Corona Bersatu Lawan Corona Indonesia Bersatu Lawan Corona Indonesia Siap Lawan Corona Indonesia Pasti Bisa Lawan Corona Mari Bersatu Lawan Corona Ayo Lawan Covid-19 Ayo Bersatu Lawan Corona

Berita Lainnya