Nasional

Menteri Agama Imbau Tarawih Dirumah dan Tiadakan Sholat IED Ditengah Pandemi Corona

Anas Baidowi - 07/04/2020 08:28

Beritacenter.COM - Menteri Agama mengeluarkan surat edaran terkait ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah wabah virus corona. Surat edaran tersebut berisi panduan beribadah sesuai syariat Islam dan ditandatangi oleh Fachrul Razi.

Kementerian Agama mengatur tentang kegiatan ibadah selama Ramadhan dan Idul Fitri yang bisa dilakukan secara berjamaah.

Berikut beberapa poin panduan pelaksanaa ibadah yang dikeluarkan Kementerian Agama;

1.Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama.

2.Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.

3.Tilawah atau tadarus Al-Qur'an dilakukan di rumah masing-masing.

4.Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.

5.Peringatan Nuzulul Qur'an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.

6.Tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan di masjid/ musala.

7. Pelaksanaan Salat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya.

8. Tidak melakukan Salat Tarawih Keliling (tarling), takbiran keliling. Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/ musala dengan menggunakan pengeras suara. Pesantren Kilat melalui media elektronik.

9. Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/ conference.

10. Organisasi Pengelola Zakat meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian. Menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di lingkungan sekitar.

14.Menghindari penyaluran zakat
fitrah kepada Mustahik melalul tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang.

Panduan ibadah dalam surat edaran tersebut dapat diabaikan jika telah diterbitkan pernyataan resmi dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah bahwa wabah Covid-19 mereda.

TAG TERKAIT :
POLISI Berita Kriminal Indonesia Berita Center Menteri agama

Berita Lainnya