News

Anies Sebut Kebijakan PSBB Tidak Mengatur Kendaraan Keluar Masuk Jakarta

Baharuddin Kamal - 07/04/2020 22:46
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Beritacenter.COM - DKI Jakarta resmi akan menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat 10 April. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan atau transportasi publik.

Gubernur Anies Rasyid Baswedan mengatakan, PSBB bukan kebijakan yang melarang kendaraan untuk masuk atau keluar wilayah Jakarta.

"Kendaraan pribadi tidak ada larangan yang kita atur adalah kendaraan umum tetapi harus ada phyisical distancing artinya jumlah penumpang kendaraan dibatasi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Dia menjelaskan, setiap kendaraan publik baik itu KRL, MRT ataupun Transjakarta hanya akan diadakan pembatasan penumpang di setiap gerbongnya. Selain itu, pemangkasan jam operasional tranportasi umum juga akan dilakukan yaitu dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

"Kapasitasnya turun 50 persen misalnya bis bisa diisi 50 penumpang maka tinggal 25 penumpang kita tidak izinkan penuh cukup 50 persen" jelasnya.

Untuk transportasi alternatif seperti ojek online, lanjut Anies, hanya diperbolehkan untuk jasa pengiriman. Dia pun belum bisa menjelaskan secara rinci terkait ojol yang mengantar penumpang. Sebab, poin-poin aturan mengenai PSBB hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

Yang jelas, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan maksimal kerumunan yaitu 5 orang, jika melebihi jumlah tersebut maka tindakan langsung oleh aparat penegak hukum akan diberlakukan.

"(Ojek online) untuk deliver barang confirm boleh kendaraan roda 4 bawa penumpang boleh," ujarnya.

Sementara PSBB berlangsung selama 14 hari, sesuai surat keputusan Kementerian Kesehatan. Lamanya masa PSBB bisa diperpanjang melihat situasi dan kondisi.

 

TAG TERKAIT :
Gubernur DKI Jakarta Berita Center Anies Rasyid Baswedan Dampak virus corona Indonesia Bersatu Lawan Corona PSBB Kebijakan PSBB

Berita Lainnya