Internasional

Turki Gagal Jalankan Lockdown, Kekacauan Terjadi Dimana-mana

Anas Baidowi - 13/04/2020 10:02

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengundurkan diri setelah adanya kebijakan penguncian (lockdown) nasional yang diumumkan secara tiba-tiba dan menimbulkan kekacauan karena maraknya panic buying.

Presiden Turki Tayyip Erdorgan menolak pengunduran diri Suleyman Soylu di tengah pandemi virus Corona.

"Dian akan terus melakukan fungsinya," kata Erdogan dilansir dari AFP, Senin (13/4).

Mendagri mendapat kritikan keras setelah pemerintah Turki mengumumkan untuk melakukan lockdown seluruh negeri selama 48 jam demi mengendalikan penyebaran virus Corona.

Pengumuman lockdown diberlakaukan pada Jumat (10/4) waktu setempat dan diberlakukan hanya 2 jam sebelum perberlakuan kebijakan itu. Hal ini memicu kekacauan massal di seluruh negeri, seperti aksi pembelian kebutuhan secara tiba-tiba.

Kerumunan dan antrean terjadi dimana-mana. Aturan jarak sosial (social distancing) demi menghindari penularan Corona pun terabaikan.

Soylu pun dihujani kritikan keras dari pihak oposisi dan para netizen atas kebijakannya. Hingga kemudian pada Minggu (12/4), menteri berumur 50 tahun itu menyampaikan pengunduran dirinya.

"Semoga negara saya, yang tidak pernah ingin saya sakiti, dan presiden kita, yang kepadanya saya akan setia sepanjang hidup saya, memaafkan saya," ujar Soylu, dalam pernyataan pengunduran dirinya.

Soylu mengatakan dirinya "bertanggung jawab sepenuhnya atas penerapan kebijakan (lockdown) ini", seraya mengatakan bahwa hal itu dilakukan "dengan itikad baik".

Sebelumnya saat menanggapi kekacauan karena pengumuman lockdown itu, Soylu menyebut kebijakan ini merupakan instruksi dari Presiden Erdogan.

Hingga saat ini, Turki mencatat hampir 57.000 orang terinfeksi virus Corona dengan 1.200 orang di antaranya meninggal.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Turki Lockdown

Berita Lainnya