Ekonomi

MANTAB... Pemerintah Antisipasi Kenaikan Jumlah Pengangguran dan Kemiskinan dengan Hal Ini...

Diketahui juga jika pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah di antaranya yaitu jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang.

Sari Intan Putri - 14/04/2020 19:04

Beritacenter.COM - Saat ini peemrintah sedang fokus untuk menyiapkan beberapa langkah guna mengantisipasi kenaikan kemiskinan dan pengangguran yang disebabkan virus Covid-19.

Diketahui juga jika pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah di antaranya yaitu jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang.

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan juga mengungkapkan bahwa dalam jangka pendek, pemerintah mengeluarkan kebijakan jaring pengaman sosial atau social safety net.

Social safety net atau jangka pendek tersebut menghasilkan program kartu prakerja yang tentu saja bisa menekan jumlah pengangguran secara signifikan.

"Pertama kartu prakerja kita naikkan, dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Itu bisa 5,6 juta masyarakat yang terdampak PHK ini bisa di-absorb. Ini belum termasuk BP Jamsostek yang masih memiliki uang iuran dari perusahaan yang bisa dipakai untuk berikan benefit kepada masyarakat yang terkena PHK," kata Sri Mulyani.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan berbagai sumber anggaran untuk menciptakan pendapatan. Misalnya saja dengan melakukan cash for work atau proyek padat karya untuk sejumlah proyek yang bisa menggunakan dana desa ataupun anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Artinya dalam jangka pendek, dana desa juga untuk bansos dan padat karya. Kita gunakan seluruh instrumen untuk membuat dampak negatif PHK dan pengurangan kesempatan kerja bisa diserap dengan mekanisme yang kami siapkan," ucap Sri Mulyani.

Untuk jangka menengah dan jangka panjang, lanjut Sri Mulyani, pemerintah tetap fokus untuk memperbaiki daya saing dunia usaha. Di samping itu, pemerintah juga meningkatkan daya tarik ekonomi Indonesia demi menarik investasi.

"Jangan lupa kalau kita terus fokus pada reforma dan menjaga dampak dari covid ini seminimal mungkin, Indonesia bisa dianggap menjadi salah satu negara yang memiliki potensi untuk menarik investasi," ucap Sri Mulyani.

TAG TERKAIT :
Ekonomi Bisnis Sri Mulyani Menteri Keuangan Corona Covid-19

Berita Lainnya