Internasional

Menlu AS Tuding China Sebabkan Rasa Sakit Besar dan Hilangnya Banyak Nyawa

China telah menyebabkan rasa sakit yang besar, hilangnya banyak nyawa, dan sekarang memicu tantangan besar bagi perekonomian global dan juga perekonomian Amerika, dengan tidak membagikan informasi yang mereka miliki

Aisyah Isyana - 24/04/2020 14:45

Beritacenter.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menuding China sebagai penyebab hilangnya banyak nyawa akibat virus Corona (Covid-19). Dia menegaskan jika Partai Komunis China akan mendapat konsekuensi dari yang mereka lakukan.

"China telah menyebabkan rasa sakit yang besar, hilangnya banyak nyawa, dan sekarang memicu tantangan besar bagi perekonomian global dan juga perekonomian Amerika, dengan tidak membagikan informasi yang mereka miliki," ungkap Pompeo dalam acara Sean Hannity Show di saluran televisi Fox, seperti dilansir CNN, Jumat (24/4/2020).

"Saya sangat yakin bahwa Partai Komunis China akan membayar untuk apa yang mereka lakukan di sini, tentu saja dari Amerika Serikat," sambungnya.

Saat ditanya apakah China harus membayar kerugian yang timbul akibat pandemi Corona, Pompeo menyebut 'akan ada waktui untuk saling tuduh'. Dalam wawancara itu, dia juga dengan tegas menyatakan jika China akan 'membayar'.

"Anda harus tahu bahwa kita masih belum mendapatkan transparansi penuh dari Partai Komunis China, kita khawatir ada hal-hal yang kita tidak tahu dan kita tidak bisa membuat tim kita di lapangan melakukan pekerjaan yang harus dilakukan," tandas Pompeo.

Pompeo menuding jika China telah mengetahui soal virus Corona sejak November 2019 lalu, namun baru membukanya ke publik pada Desember 2019.

"Anda akan ingat bahwa kasus-kasus pertama ini diketahui oleh pemerintah China mungkin paling cepat November, tetapi sudah pasti pada pertengahan Desember," ujar Pompeo seperti dilansir AFP.

"Mereka lamban mengidentifikasi ini untuk siapapun di dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO-red)," kata Menlu AS itu dalam wawancara dengan penyiar radio Larry O'Connor.

TAG TERKAIT :
China AS Virus Corona Covid-19 Pandemi COVID-19 Menlu AS

Berita Lainnya