Kesehatan

Respon WHO soal Pernyataan Pejabat AS Sebut Sinar Matahari Matikan Corona

Aisyah Isyana - 24/04/2020 16:45

Beritacenter.COM - Merujuk hasil penelitian para peneliti di Amerika Serikat (AS), Direktur Divisi Sains dan Teknologi Departemen of Homeland Willam Bryan menyebut virus Corona (Covid-19) akan semakin cepat mati jika terpapar sinar matahari secara langsung.

Bryan mengatakan, hasil penelitian para peneliti mengungkap jika virus Corona akan tetap bertahan lama dalam kondisi kering. Kendati begitu, virus Covid-19 disebut tak akan berdaya menghadapi suhu dan kelembapan udara yang meningkat, terlebih saat terkena matahari.

Baca juga :

"Virus ini lebih cepat mati bila terkena sinar matahari langsung," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/4/2020).

Adanya pernyataan itu sedikitnya memberikan harapan terkait penanganan virus Corona di AS. Terlebih, wilayah AS akan memasuki musim panas pada bulan Juni hingga September 2020 mendatang.

Respon WHO soal virus Corona mati terkena Matahari

Lantas bagaiamana dengan pandangan World Health Organization (WHO). Dalam hal ini, WHO tak sejalan dengan pernyataan tersebut. WHO menegaskan jika semua orang dapat terpapar virus Corona meski tinggal dibagian negara bercuaca panas.

"Menjemur Tubuh Anda di sinar matahari atau ke cahaya dengan temperatur di atas 25 derajat tidak membuat Anda bebas dari Covid-19," ujar WHO dalam situsnya.

"Anda dapat terjangkit Covid-19, tidak peduli seberapa cerah atau seberapa panas cuacanya. Negara-negara dengan cuaca panas telah melaporkan adanya kasus Covid-19."

"Untuk melindungi diri, pastikan Anda sering membersihkan tangan dan teliti serta menghindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda."

TAG TERKAIT :
AS WHO Virus Corona Covid-19 Sinar Matahari Bunuh Corona

Berita Lainnya