Nasional

WARNING! Korupsi Anggaran Penanganan COVID-19 Akan Dituntut Mati

Lukman Salasi - 29/04/2020 14:33

BeritaCenter.COM – Semua pihak yang terlibat dalam penanganan virus Corona atau COVID-19 diingatkan KPK agar tidak melakukan korupsi. Bagi siapa pun yang korupsi akan dituntut mati.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI yang disiarkan secara langsung di YouTube, Rabu (29/4/2020).

"Rawannya adalah kita tahu penanganan COVID ini melibatkan pemda, kabupaten, kota, provinsi, 542. Dalam waktu yang sama, 270 daerah akan Pilkada. Dari 542 yang alokasikan dana untuk penanganan COVID-19, tidak semuanya terpapar COVID-19," kata Firli.

Untuk mengawasi penanganan bencana Corona, KPK pun telah membentuk satgas. Selain itu, kata Firli, KPK telah bekerja sama dengan sejumlah pihak.

"KPK sudah membentuk satgas penanganan COVID-19, KPK bekerja sama dengan LKPP, karena mereka mendapat mandat pendampingan pengadaan barang dan jasa terkait penanganan COVID," tuturnya.

KPK pun disebut terus bekerja sama dengan kementerian dan lembaga. Kemudian juga bersinergi dengan Kejaksaan dan Polri.

Firli pun menyatakan KPK siap menindak tegas pelaku korupsi yang memanfaatkan momen penanganan COVID-19. Ia menegaskan ancamannya adalah hukuman mati.

"KPK akan tetap bertindak tegas dan sangat keras kepada para pelaku korupsi terutama dalam keadaan penggunaan anggaran penanganan bencana," tegas Firli.

"Karena sebagaimana yang kami sampaikan salus populi suprema lex esto. Keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi, maka bagi yang melakukan korupsi dalam suasana bencana tidak ada pilihan lain dalam menegakkan hukum, yaitu tuntutannya pidana mati," paparnya.

TAG TERKAIT :
KPK Berita Center Ketua KPK Indonesia Lawan Corona Cegah Korupsi Anggaran Penanganan COVID-19 Dituntut Mati

Berita Lainnya