Opini

Betapa Rumitnya Jadi Presiden RI yang Baik

Indah Pratiwi Budi - 29/04/2020 18:18
Oleh: Setyo Hajar Dewantoro

Saya betul-betul mencermati dinamika sosial politik yang mengiringi issue pandemi di Indonesia. Saya jadi mengerti, betapa rumitnya jika seseorang berusaha menjadi Presiden yang baik di Republik Indonesia. Rumit? Ya, sangat rumit. Sangat tidak mudah. Bahkan bisa dibilang satu keajaiban jika seorang Presiden yang baik bisa bertahan dan tidak terguling. Lebih ajaib lagi jika program idealistiknya bisa berjalan lalu membawa peningkatan kesejahteraan bagi rakyat. Mengapa? Karena memang banyak musuhnya dan mereka dengan segala cara ingin menjatuhkan baik dengan cara kasar maupun cara halus.

Saya ingat, di penghujung Maret 2020, ada Rapat Terbatas di Istana untuk membahas keputusan pemerintah terkait issue pandemi ini, apakah mau lockdown atau seperti apa. Desakan yang sangat kuat adalah agar Indonesia memilih jalan lockdown, semua bentuk kegiatan sosial ekonomi dihentikan, rakyat seluruhnya harus berasa di rumah dan tak boleh keluar termasuk untuk cari nafkah. Rumor yang beredar saat itu, 99% Presiden Jokowi mau tak mau akan putuskan Indonesia dilockdown. Dan apa yang akan terjadi selanjutnya jika keputusan itu diambil?

Kerusuhan akan mulai terjadi atau dibuat terjadi, termasuk dalam bentuk penjarahan. Ini sangat niscaya terjadi karena akan ada kelaparan massal, karena tak mungkin pemerintah bisa memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara menyeluruh. Bukan sekadar soal ketersediaan anggaran, tapi juga soal kesiapan birokrasi di semua lini, belum lagi mempertimbangkan sabotase oleh beberapa pihak yang sejatinya adalah musuh dalam selimut bagi Presiden Jokowi. Skenario berikutnya, ketika situasi tak terkendali, Presiden bisa digulingkan.

Desakan oposisi saat itu sangat kuat, belum lagi ada lobby-lobby lewat lingkaran inti Presiden Jokowi yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan Presiden. Jadi, itu situasi yang sangat kritis. Ternyata, skenario yang jahat itu tidak terlaksana. Rapat terbatas mengambil keputusan moderat yang menyelamatkan bangsa dan negara: PSBB. Bukan hal yang ideal bagi yang mengerti apa sebenarnya yang ada di balik issue pandemi ini. Tapi itu sudah membuat kita selamat dari mengalami tragedi seperti di India, Italia, atau AS yang dalam konteks Indonesia bisa berujung pada penggulingan kekuasaan karena memang banyak pihak yang sedang menunggu momentum. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang tak suka ada Presiden RI yang baik dan bekerja sungguh-sungguh.

Waktu terus berjalan, issue pandemi terus ditangani. PSBB dijalankan di berbagai daerah. Ada yang coba membelokkan jadi kebijakan semi lockdown yang melumpuhkan ekonomi. Tapi secara umum, PSBB ini memberi dampak destruksi yang lebih ringan bagi kehidupan sosial ekonomi rakyat Indonesia. Intinya, Indonesia selamat hingga kini, dalam artian segala sesuatunya relatif aman terkendali.

Yang kemudian ingin saya tegaskan, ada hal yang sangat patut kita syukuri. Indonesia menjadi negeri yang diberkati. Kelompok-kelompok oposisi, juga pihak-pihak di belakang layar yang ingin mencengkeram negara ini dengan menggulingkan Presiden RI, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri, saat ini semakin melemah kekuatannya hingga pada taraf tidak membahayakan bangsa. Skenario penggulingan kekuasan tak mungkin berjalan lagi. Posisi politik Presiden Jokowi semakin menguat, kendali terhadap semua lini aparatur negara menjadi jauh lebih baik. Dalam konteks penanganan issue pandemi, kinerja Doni Monardo sangat memuaskan dan membuat aspek stabilitas negara menjadi sangat terjaga. Ketegasan Doni Monardo ini mengingatkan saya pada ketegasan Mahapatih Gajah Mada yang menjadi pilar penjaga stabilitas politik Majapahit di era Tribhuwana Tunggadewi. Kita perlu mengerti, musuh utama kita sebenarnya bukan virus itu, tapi kelompok-kelompok jahat yang menunggangi issue virus dan terus menerus membuat kerusakan baik lewat kekuatan politik maupun supranatural.

Issue pandemi pasti bisa segera diselesaikan. Pemerintah RI pasti bisa mengatasi manuver berbagai pihak yang ingin issue pandemi ini berlama-lama ada di Indonesia tercinta. Termasuk mereka yang merasa bisa dapat keuntungan besar lewat permainan bisnis yang curang di bidang alat kesehatan, mengambil kesempatan dari kesempitan yang dialami mayoritas rakyat.

Saya sangat optimistik Indonesia menjadi negara yang semakin baik ke depannya. Konstelasi politik saat ini dan ke depan telah jauh lebih memberi harapan ketimbang masa sebelum issue pandemi ini sangat heboh. Ada kekuatan semesta yang bekerja dengan cara misterius yang membuat terjadi perubahan pada banyak pihak di berbagai lini strategis. Para analis politik biasa tak akan mengerti dengan utuh apa yang terjadi, karena ada variabel yang tak bisa diobservasi secara empirik. Tapi mereka yang mata hatinya tajam plus paham peta politik, pasti mengerti telah ada banyak keajaiban yang membahagiakan. Intinya, Presiden Jokowi di masa depan akan semakin efektif dalam menjalankan perannya sebagai Presiden yang baik dengan kerja nyata memperbaiki nasib bangsa.

Ke depan, kita memang perlu merumuskan ulang sistem dan budaya politik nasional. Agar yang muncul ke permukaan dan menduduki posisi strategis di negara ini adalah para negarawan sejati, para Pancasilais sejati. Bukannya para oportunis, para penghianat bangsa, dan antek-antek kekuatan global yang destruktif.

Terjadilah apa yang selaras dengan rancangan agung bagi bangsa ini.

(Sumber: Facebook Setyo Hajar Dewantoro)

TAG TERKAIT :
Presiden Joko Widodo Jokowi Hebat Jokowi Orang Baik Jokowi Luar Biasa

Berita Lainnya