Hadiri KTT Gerakan Non-Blok Virtual, Jokowi Suarakan Akses Berkeadilan Obat-Vaksin Covid-19

Aisyah Isyana - 04/05/2020 23:34

Beritacenter.COM - Didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut mengikuti KTT Gerakan Non-Blok secara virtual guna membahas penanganan virus Corona (Covid-19).

Pada kesempatan itu, Jokowi merangkul semua kepala negara untuk bersama dan bersatu melawan Corona. "59 tahun lalu GNB didirikan untuk melawan 'musuh bersama' imperialisme dan neokolonialisme. Saat ini 'musuh bersama' kita adalah COVID-19," kata Jokowi dalam KTT Gerakan Non Blok secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, seperti keterangan yang disampaikan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (4/5/2020).

Ada tiga hal penting prioritas negara GNB yang disampaikan Presiden Jokowi. "Pertama, perkuat solidaritas politik antar kita, karena hanya dengan bekerja sama, kita dapat memenangkan peperangan ini," ujar Jokowi.

Jokowi juga bicara soal akses berkeadilan terhadap obat dan vaksin Corona, dalam KTT yang bertepatan dengan peringatan 65 Tahun Dasasila Bandung dan perayaan 60 Tahun berdirinya GNB tersebut.

"Kedua, terjemahkan solidaritas politik ini jadi kerja sama yang konkret. Kita harus berjuang untuk mendapatkan akses yang berkeadilan dan tepat waktu terhadap obat-obatan dan vaksin COVID-19 dengan harga yang terjangkau," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal pentingnya penguatan kemitraan global. Dalam hal penanganan Covid-19, Jokowi menekankan soal komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan.

"Ketiga, penguatan kemitraan global bagi negara berkembang. Kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan, keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari official creditors dapat dialihkan untuk pembiayaan penanganan COVID-19," ujar Jokowi.

Jokowi menilai perlunya direalisasikan komitmen G-20, dalam hal penangguhan pembayaran utang bagi negara berpendapatan rendah. Dia juga menegaskan jika multilateralisme harus tetap menjadi landasan kerja sama internasional.

"Ke depan, negara berkembang harus berjuang untuk memperbaiki tata kelola kesehatan global agar kita lebih siap menangani pandemi di masa depan," ujar Jokowi.

Berita Lainnya