Nasional

Ini Alasan Kemenkum HAM Berikan Asimilasi ke Narapidana di Tengah Pandemi

Baharuddin Kamal - 06/05/2020 17:05
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mengatakan bahwa tidak di Indonesia saja yang memberikan kebijakan asimilasi narapidana di tengah pandemi corona (Covid-19). Sejumlah negara juga memberikan asimilasi, salah satunya Amerika Serikat.

"Kalau kita melihat pengalaman-pengalaman negara di luar, Amerika dalam kondisi pandemi ini mengeluarkan 9.201 orang (napi), Iran 95.000 (napi), Polandia 20.000 (napi), Kanada, Afganistan Jerman," ujar Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Yunaedi dalam diskusi online bertajuk 'Opini Pandemi COVID-19 dan Asimilasi Narapidana', Rabu (6/5/2020).

Yunaedi menjelaskan, pemberian asimilasi ke narapidana dikarenakan untuk mencegah penularan virus corona di dalam penjara. Seperti yang diketahui bersama, jumlah narapidana di lapas Indonesia sudah melebihi kapasitas sehingga menyulitkan untuk melakukan physical distancing.

"Tentu dampak pelonggaran ini di-over kapasitas isi 270 ribu sekian (napi) maka menurun menjadi 232 ribu sekian (napi), dari over crowded 106 persen menjadi 76 persen," ucapnya.

Yunaedi mengatakan, ada juga beberapa negara yang tidak memberikan asimilasi ke narapidana, tetapi hal itu justru mengakibatkan kerusuhan terjadi di dalam penjara.

"Kemudian negara-negara yang tidak mengeluarkan tapi terjadi kerusuhan Thailand, Italia juga, Kolombia, Srilanka. Oleh karena itu berkaca dari pengalaman kepada negara lain kemudian secara normatif kita bisa melakukan satu terobosan yang di mana pelaksanaan daripada asimilasi dan integrasi itu bisa dilaksanakan," katanya.

Yunaedi mengatakan sebanyak 39.193 narapidana telah dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di lembaga permasyarakatan (lapas).

"Kami sampaikan di 30 April 2020 jam 8.00 WIB pagi, itu kita sudah melaksanakan asimilasi dan integrasi sebanyak 39.193 (narapidana)," ujar Yunaedi.

 

TAG TERKAIT :
Kemenkum HAM Berita Center Corona Virus Pandemi corona Napi Asimilasi Asimilasi Corona

Berita Lainnya