Nasional

Pemerintah Pastikan Tidak Akan Datangkan TKA asal China Hingga Situasi Membaik

Baharuddin Kamal - 11/05/2020 21:10
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pemerintah menegaskan tidak akan mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Sulawesi Tenggara (Sulteng) sampai situasi membaik. Hal ini dikatakan langsung oleh Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono.

"Pemerintah bertekad memutus mata rantai penyebaran Covid-19 antara lain dengan membatasi arus kedatangan manusia dari luar. Kebijakan ini berlaku hingga situasi normal dan dinyatakan aman," ucap Stafsus Presiden, Dini Purwono, melalui keterangan pers tertulisnya, Senin (11/5/2020).

Dini menjelaskan, hal ini disampaikan terkait rencana kedatangan 500 TKA asal Tiongkok atau China ke Sulawesi Tenggara.

Dia memastikan, sejauh ini belum ada TKA asal Tiongkok yang tiba di Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan baru pada tahap menyetujui permintaan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang diajukan oleh dua perusahaan.

"Kalaupun kelak mereka datang, seluruh tenaga kerja asing tersebut akan diwajibkan mengikuti rangkaian tes dan protokol kesehatan untuk memastikan mereka bebas virus Covid-19," imbuh Dini.

Dini mengungkap, penggunaan TKA ini terpaksa dilakukan oleh perusahaan lantaran tenaga kerja lokal belum mempunyai keahlian dalam memasang instansi. Jika nantinya permasalahan instansi selesai, pabrik pengolahan dan pemurnian ini bisa menyerap tiga ribu tenaga kerja lokal.

Dini menambahkan, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Perusahaan diwajibkan melakukan mengolah bahan mentah sebelum dijual ke pasar dengan tujuan meningkatkan nilai tambah produk pertambangan.

"Pihak perusahaan menargetkan 500 tenaga kerja asing ini hanya akan bekerja maksimal enam bulan dan setelah instalasi selesai kembali ke negara asal. Selama bekerja, TKA asal Tiongkok itu juga diminta mentransfer keahlian mereka kepada tenaga kerja lokal sehingga kelak kita tidak perlu lagi tergantung kepada tenaga dari luar," tuturnya.

Saat ini, lanjut Dini, Kementerian Ketenagakerjaan terus berkoordinasi dengan Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara untuk mencari solusi terbaik agar di satu sisi upaya pencegahan Covid-19 ditegakkan, dan di sisi lain proyek yang bisa menyerap tiga ribu tenaga kerja lokal ini juga bisa berjalan karena menyangkut penghidupan banyak orang.

TAG TERKAIT :
Berita Center Tenaga Kerja Asing TKA China Covid-19 Pandemi corona

Berita Lainnya