Teknologi

Aplikasi Chatting Ini Dituding Memata-matai Seluruh Penggunanya di Luar China

Indah Pratiwi - 12/05/2020 19:04

Beritacenter.COM - Xiaomi diduga mengambil data tanpa izin dari penggunanya. Gempuran tudingan miring terhadap perusahaan teknologi China semakin menyedot banyak perhatian. Selain itu, aplikasi WeChat juga dituding telah memata-matai para penggunanya tanpa izin.

Aplikasi WeChat memata-matai para penggunanya orang asing yang berada di luar China. Sehingga banyak yang berpikir dua kali menggunakan aplikasi tersebut. Diketahui, saat ini pengguna WeChat telah mencapai 1 miliar pengguna.

Hal ini disampaikan Citizen Lab Universitas Toronto, Kanada yang melaporkan, bahwa aplikasi itu memonitor pesan yang dibagikan oleh orang dengan nomor telepon non-China. Lalu masuk dalam algoritma sensor untuk membantu membangun basis data yang digunakannya.

Dalam temuan tersebut, pihak Tencent mengaku telah menerima temuan penelitian tersebut dan menganggapnya serius. Hal ini lantaran menganggap privasi pengguna dan keamanan data sebagai nilai utama.

“Berkenaan dengan saran bahwa kami terlibat dalam pengawasan konten pengguna internasional, kami dapat mengonfirmasi bahwa semua konten yang dibagi di antara pengguna internasional WeChat adalah pribadi," sangkal Juru Bicara Tencent kepada CNBC dikutip dari Digital Trends, Selasa (12/5/2020).

"Sebagai perusahaan global yang terdaftar secara publik, kami berpegang teguh pada standar tertinggi, dan kebijakan serta prosedur kami mematuhi semua hukum dan peraturan di setiap negara tempat kami beroperasi," sambung Tencent.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya