Teknologi

Awas, Aplikasi WhatsApp Sangat Rentan Dibobol Hacker

Indah Pratiwi - 13/05/2020 01:10

Beritacenter.COM - Ahli keamanan cyber dari lembaga riset siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center), Pratama Persadha menyadari ada banyak faktor yang menjadi celah peretasan WhatsApp(WA).

“Whatsapp seperti akun media sosial menjadi sasaran peretasan. Ada banyak faktor mengapa Whatsapp bisa diretas. Bisa karena faktor perangkat smartphone, nomor yang dipakai dan juga faktor lainnya,” kata Pratama, Selasa (12/5/2020).

Selain faktor smartphone, peretas bisa masuk ke perangkat dengan malware. Dengan malware, peretas bisa mengintip WhatsApp tanpa pemilik merasa curiga bahwa akun WhatsApp-nya telah diambil alih oleh peretas.

“Ada kemungkinan serangan malware atau perangkat sengaja dimasuki malware. Banyak sekali malware berbayar maupun gratis yang beredar dipasaran untuk melakukan spionase pada perangkat keras seperti smartphone,” kata Pratama.

“Malware paling berbahaya adalah pegasus buatan NSO Israel. Yang bisa mengambil alih kendali smartphone hanya lewat call audio lewat Whatsapp,” imbuh Pratama.

Selain itu, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menduplikasikan WA. “Dalam hal ini sim card sebenarnya bisa diduplikasi. Dalam hal kasus pembobolan rekening Ilham Bintang, pelaku berhasil menduplikasi nomor indosat korban. Yang sebenarnya juga bisa langsung memakai WhatsApp korban,” kata dia.

“Cara lain yang sering dilakukan adalah mengirimkan link URL, maupun gambar dan gif yang berisi virus. Virus dan malware yang disusupkan ini bisa mengambil alih Whatsapp. Dalam hal kasus Jeff Bezos, pegasus diduga memakai cara ini,” pungkas Pratama.

Berita Lainnya