Bisnis

Banyak Perusahaan Tidak Cairkan THR ke Buruh, Begini Sikap KSPI

Indah Pratiwi - 14/05/2020 18:23

Beritacenter.COM - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggugat Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah ke PTUN Jakarta, terkait masalah tunjangan hari raya(THR) pada Kamis (14/5/2020).

Gugatan itu masuk ke dalam Kepaniteraan PTUN Nomor: 107/G/2020/PTUN JKT tanggal 14 Mei 2020. Dalam hal ini Presiden KSPI Said Iqbal menyebutkan, agar kepada seluruh pimpinan perusahaan segera membayarkan THR paling lambat H-7 minimal satu bulan upah bagi pekerja.

"Sesuai yang diatur dalam Pasal 7 PP 78/2015, bilamana ada perusahaan yang terlambat membayar THR (setelah H-7 lebaran) atau membayar dengan cara mencicil atau menunda pembayaran THR maka, KSPI akan menggugat secara perdata perusahaan tersebut ke pengadilan negeri setempat dengan tuntutan pengusaha wajib membayar denda sebesar lima persen dengan tidak menghilangkan kewajiban membayar THR sebesar 100 persen," kata Said Iqbal dalam keterangan persnya.

Jika tidak ada perusahaan yang tidak mampu membayar THR secara penuh dan menggunakan surat edarakan, KSPI akan menyelidiki pembukuan keuangan perusahaan satu tahun terakhir tersebut.

"Ini menjelaskan bahwa perusahaan menyatakan tidak mampu membayar THR di tengah pandemi corona kemudian membayar dengan cara dicicil atau ditunda ternyata tidak benar. Buktinya setelah didemo baru bersedia membayar penuh," katanya.

Oleh itu KSPI memberi peringatan perusahaan di Indonesia agar segera membayarkan THR dan tidak mengacu menggunakan surat edaran Menaker.'

"Dalam hal ini, KSPI juga menginstruksikan kepada anggotanya untuk mengacu pada PP 78/2015 sebagai dasar pembayaran THR jika diminta berunding dengan perusahaan," tegas Said Iqbal.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya